PorosLombok.com – Para pedagang di Pasar Pringgabaya, Lombok Timur, kini terpuruk dalam duka mendalam setelah si jago merah meluluhlantakkan ratusan tempat usaha mereka dalam tragedi kebakaran pada Senin petang lalu.
Lapak yang menjadi tumpuan ekonomi utama warga hangus tak bersisa hingga menyisakan puing-puing gosong. Banyak pedagang kini berusaha menyelamatkan barang dagangan yang masih bisa dimanfaatkan di lokasi kejadian.
“Semoga pasarnya cepat diperbaiki, terus sudah gitu kita dikasih bantuan lah sama pemerintah karena ladang kami cuma di pasar ini,” ujar Halimah, salah satu pedagang terdampak, Rabu (29/4/2026).
Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan melakukan pemulihan fisik bangunan pasar yang hancur. Pedagang mengaku sangat bergantung pada aktivitas jual beli harian untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka yang kini terhenti total.
Halimah menceritakan kepanikan luar biasa saat menerima kabar melalui sambungan telepon saat dirinya sedang berada di rumah. Api ternyata sudah membumbung tinggi dan menguasai bagian tengah pasar sebelum para pemilik kios sempat tiba.
“Seluruh baju yang modalnya besar ini habis menjadi abu semua, tidak ada satupun yang bisa kami selamatkan kecuali kios di bagian pinggir,” katanya.
Kerusakan paling parah melanda komoditas konveksi, pakaian, serta perlengkapan anak sekolah yang tersimpan di los bagian tengah. Barang-barang yang mudah terbakar tersebut membuat kobaran api meluas dengan durasi yang sangat cepat.
Dinas Perdagangan Lombok Timur mencatat sebanyak 146 lapak pedagang hangus terpanggang akibat peristiwa memilukan ini. Selain lapak kayu, terdapat tiga unit toko permanen yang juga ikut terdampak kerusakan infrastruktur cukup berat.
“Tadi malam waktu Magrib saya kaget ada telepon dari keponakan yang mengabarkan pasar terbakar,” jelasnya.
Warga setempat terlihat sibuk memungut sisa-sisa beras dan kacang hijau yang sudah menghitam di antara tumpukan arang. Mereka terpaksa mengais puing besi dan atap lapak yang berserakan demi mengurangi beban kerugian materiil.
Para korban kebakaran pasar tradisional Pringgabaya terus menyuarakan harapan agar adanya subsidi atau bantuan modal usaha darurat. Hal ini dianggap mendesak agar rantai ekonomi masyarakat bawah tidak terputus terlalu lama akibat bencana.
“Semoga pemerintah bisa membantu teman-teman pedagang agar tetap tabah menghadapi cobaan berat ini pasca kehilangan seluruh aset dagangnya,” pungkasnya.*















