Bupati Lombok Timur Akan Kucurkan Modal Rp 328 Juta untuk Korban Kebakaran Pringgabaya

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin meninjau Pasar Pringgabaya pasca-kebakaran dan menjanjikan bantuan modal usaha Rp2 juta bagi 164 pedagang terdampak guna pemulihan ekonomi.

PorosLombok.com – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin memastikan akan mengucurkan dana segar sebesar Rp 328 juta sebagai bantuan modal usaha bagi 164 pedagang yang menjadi korban kebakaran hebat di Pasar Pringgabaya.

​Langkah taktis ini diambil guna menjamin stabilitas ekonomi kerakyatan pasca musibah yang menghanguskan ratusan lapak tersebut. Bupati memimpin langsung jajaran dinas terkait untuk meninjau lokasi reruntuhan sekaligus memberikan kepastian bantuan, Rabu (29/4/2026).

​”Masyarakat diharapkan bersabar karena semua saat ini sedang dalam proses penanganan intensif,” ujar H. Haerul Warisin.

​Bupati menegaskan bahwa pasar merupakan urat nadi penyedia kebutuhan dasar warga yang pemulihannya menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Peninjauan ini melibatkan instansi strategis mulai dari Dinas Perdagangan, BPBD, hingga Baznas.

​Intervensi finansial sebesar Rp 2 juta per pedagang dirancang untuk memicu kembalinya aktivitas dagang para ibu-ibu dan bapak-bapak di pasar. Dana stimulan tersebut diharapkan mampu memulihkan daya beli dan stok barang dagangan warga.

​”Pedagang direncanakan akan menerima bantuan modal usaha masing-masing sebesar Rp 2 juta,” katanya.

​Validasi data korban terus dikebut oleh Dinas Sosial guna memastikan penyaluran dana tepat sasaran tanpa hambatan administratif. Ketelitian pendataan menjadi fokus utama agar seluruh penyintas kebakaran mendapatkan hak kompensasi secara merata.

​Selain bantuan tunai, pemerintah daerah segera mendirikan lapak sementara di area pasar dalam waktu dekat. Fasilitas darurat ini sangat krusial agar roda ekonomi lokal tetap berputar meski bangunan utama belum direnovasi.

​”Kami akan upayakan perbaikan hingga kondisi kembali normal seperti sedia kala agar warga bisa berjualan,” jelasnya.

​Sektor fisik bangunan kini masuk dalam tahap audit teknis oleh Dinas Pekerjaan Umum guna menghitung total kerugian konstruksi. Estimasi anggaran perbaikan harus disusun secara akurat sebagai dasar pengajuan pendanaan rehabilitasi pasar.

​Rencana renovasi total secara masif telah dijadwalkan untuk masuk dalam Daftar Anggaran Prioritas pada tahun 2027 mendatang. Pemerintah ingin memastikan bangunan pasar yang baru nantinya memiliki standar keamanan dan proteksi kebakaran yang lebih mumpuni.

​”Segala upaya ini kami lakukan dengan komitmen penuh agar persoalan ini selesai dan ekonomi rakyat pulih,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU