PorosLombok.com – Ulama kharismatik TGB Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, MA. resmi meresmikan Ma’had Aly Darul Qur’an wal Hadits (DQH) NWDI Pancor, Kabupaten Lombok Timur, Ahad (31/5/2026).
Prosesi sakral ini berpusat di Musholla Al Abror yang menjadi lokasi bersejarah tempat Maulana Syekh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pertama kali mengajar. Kehadiran lembaga tinggi ini fokus pada kajian spesifik Ahwal Syakhshiyah atau Hukum Keluarga Islam.
“Kami ingin para santri menjadi bintang-bintang kecil penyebar kebaikan,” ujar TGB
TGB berpesan agar seluruh mahasantri tetap teguh memegang prinsip Ahlussunnah Wal Jama’ah serta merawat semangat perjuangan organisasi. Momentum peresmian ini terasa kian istimewa karena bertepatan langsung dengan hari ulang tahun sang ulama.
Lembaga ini nantinya akan mencetak para sarjana khusus yang menyandang gelar akademik akademik S.U.F. atau Sarjana Ushul Fiqih. Kehadiran tokoh-tokoh penting dilingkar yayasan turut menguatkan legalitas seremonial tersebut.
“Kemenag siap mendampingi penuh perkembangan institusi ini ke depan,” katanya.
Pihak Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur memberikan apresiasi tinggi atas efisiensi dan kecepatan terbitnya izin pendirian Ma’had Aly tersebut. Dokumen keputusan pengangkatan struktur kepengurusan dibacakan langsung oleh Profesor Khirjan Nahdi.
Tokoh penting seperti Ummi Hj. Siti Rauhun Zainuddin Abdul Madjid dan Ketua YPH NWDI Dr. H. Muhammad Jamaludin tampak hadir menyaksikan estafet keilmuan ini. Sinergi antargenerasi menjadi kunci utama keberlanjutan visi pendidikan madrasah.
“Santri NWDI harus mampu menjawab tantangan zaman yang dinamis,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa penguasaan hukum fikih kontemporer menjadi modal krusial dalam membentengi moralitas umat di era modern. Lembaga tinggi ini diproyeksikan menjadi kiblat baru bagi kajian hukum Islam di tingkat regional.
Kurikulum pembelajaran dirancang secara komprehensif dengan mengolaborasikan khazanah kitab kuning klasik dan metodologi riset modern. Langkah berani ini diharapkan melahirkan pemikir Islam yang moderat, inklusif, dan berwawasan luas.
“Lembaga ini menjadi simbol penyambung estafet ilmu antargenerasi,” pungkasnya.*















