75 Persen Balita Bebas Stunting, Program Desa Berdaya Lombok Timur Sukses

Program Desa Berdaya di Desa Lendang Nangka Utara sukses mendongkrak status gizi 75 persen balita sasaran hanya dalam tempo dua pekan pendampingan intensif.

PorosLombok.com- Program intervensi serentak Desa Berdaya di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur mendulang sukses besar setelah berhasil mendongkrak status gizi lebih dari 75 persen balita sasaran dalam tempo dua pekan.

“Alhamdulillah, sudah mulai terlihat hasil nyata dari pergerakan cepat di sektor kesehatan ini pada Kamis (30/7/2026),” ujarnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sinta M. Iqbal menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mengikis angka tengkes anak sekaligus mempercepat pembebasan kawasan pemukiman dari jerat kemiskinan ekstrem.

“Mudah-mudahan dalam beberapa bulan ke depan Desa Lendang Nangka Utara bisa benar-benar keluar dari kategori wilayah bermasalah,” katanya.

Istri Penjabat Gubernur NTB tersebut mengingatkan para petugas lapangan untuk tidak cepat berpuas diri mengingat masih ada puluhan anak yang membutuhkan pengawalan medis intensif agar tidak kembali mengalami penurunan berat badan.

“Pekerjaan rumah kita sekarang adalah mempertahankan hasil ini, karena masih ada 21 anak yang harus terus didampingi ketat,” tegasnya.

Pengasuhan balita secara menyeluruh menurut Sinta tidak boleh dibebankan kepada pihak ibu semata, melainkan wajib melibatkan peran aktif seluruh anggota keluarga serta tokoh masyarakat di lingkungan sekitar.

“Jangan hanya ibu yang pontang-panting, ayah juga harus hadir langsung memastikan anak mendapatkan pasupan gizi yang layak,” tuturnya.

Keberhasilan aksi cepat tersebut mendapat sokongan penuh dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Lalu Hamzi Fikri yang menilai skema terpadu ini sangat ideal untuk diterapkan secara masif di wilayah lain.

“Pendekatan terintegrasi seperti di lokasi ini memiliki potensi besar menjadi percontohan utama percepatan penanganan gizi buruk,” jelasnya.

Mantan Direktur RSUD NTB itu membeberkan bahwa penuntasan masalah gizi anak harus berjalan seiring dengan pembenahan sanitasi lingkungan dan pencegahan praktik pernikahan usia dini yang masih marak.

“Kita wajib menyelesaikan akar masalahnya secara bersamaan, mulai dari ketersediaan air bersih hingga perubahan perilaku hidup sehat,” ungkapnya.

Lalu Hamzi Fikri mengapresiasi keaktifan para kader medis desa yang tidak segan melakukan penjemputan bola mendatangi rumah warga apabila balita sasaran terhalang hadir di pos pelayanan terpadu.

“Ketelitian kader mendatangi kediaman warga memastikan proses evaluasi tumbuh kembang anak tidak terputus di tengah jalan,” paparnya.

Pemerintah Daerah optimistis replikasi model pendampingan terstruktur ini bakal mempercepat pencapaian target pembebasan generasi muda NTB dari ancaman kekerdilan fisik secara berkelanjutan.

“Integrasi antara pemberdayaan ekonomi keluarga dan pelayanan kesehatan dasar merupakan fondasi utama mewujudkan generasi em

as,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU