PorosLombok.com – Seluruh jajaran pejabat daerah hingga tenaga medis di Kabupaten Lombok Timur ditegaskan kembali atas kedudukannya sebagai pelayan masyarakat yang wajib bersikap ramah.
Ketegasan tersebut dilontarkan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Sapit, Kecamatan Suela, Selasa (25/8).
“Camat, Danramil, Kapolres, hingga saya sebagai Bupati, kita semua ini adalah pelayan masyarakat, bukan datu. (Raja-red) Layani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Jika ada petugas yang tidak melayani dengan ramah, segera laporkan,” tegasnya.
Demi menjamin hak dasar warga, Pemerintah Daerah Lombok Timur menyulap alokasi anggaran BPJS Kesehatan naik drastis dari Rp 98 miliar pada 2025 menjadi Rp 143 miliar pada 2026. Melonjaknya dana tersebut diiringi instruksi ketat agar fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit tak main-main dalam melayani pasien pengguna BPJS.
“BPJS Kesehatan itu untuk menanggung biaya pengobatan saat kita sakit. Sedangkan BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan risiko kerja dan jaminan masa depan,” jelasnya.
Langkah terobosan juga menyasar para pekerja rentan serta tokoh keagamaan seperti guru ngaji, marbot masjid, hingga petani agar masuk dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan finansial ini disiapkan secara khusus untuk meminimalisasi risiko sosial serta menjamin masa depan keluarga yang ditinggalkan jika terjadi musibah.
“Jika peserta BPJS Ketenagakerjaan meninggal dunia, ahli warisnya akan menerima santunan duka untuk membantu kelangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan, serta beasiswa pendidikan bagi anak-anaknya,” terangnya.
Tak berhenti di sektor jaminan sosial, daerah ini juga resmi menetapkan tanggal 31 Agustus sebagai Hari Jadi Kabupaten Lombok Timur mulai tahun 2026 demi merawat akar sejarah. Peringatan tersebut dirancang hemat anggaran, berdampingan dengan agenda perbaikan infrastruktur jalan yang ditargetkan tuntas pada 2027.
“Perayaan HUT mendatang akan dikemas secara sederhana tanpa anggaran besar. Rangkaian acaranya akan diisi dengan pengajian umum yang mengundang TGB serta hiburan rakyat,” ujarnya.
Merespons berbagai gebrakan dan perhatian pemerintah daerah, Kepala Desa Sapit H. Sukrihin menyampaikan apresiasi tinggi di hadapan ribuan jemaah. Ia mengungkapkan keunikan perayaan Maulid Nabi di desanya yang telah dimulai sejak pukul 03.30 WITA melalui ritual di rumah adat sebelum berlanjut ke masjid.
“Seluruh rangkaian kegiatan ini dapat berjalan lancar berkat kebersamaan masyarakat. Modal utama pembangunan daerah adalah semangat gotong royong dan kebersamaan kita,” katanya.
Kemeriahan tradisi keagamaan di Desa Sapit tersebut ditutup dengan aksi sosial penyerahan santunan kepada anak yatim piatu bersama para ulama setempat. Usai dari Desa Sapit, rombongan bupati langsung bergerak melanjutkan agenda silaturahmi ke Masjid Nurul Iman Dusun Lekong Pulut.
“Kebersamaan dan kepedulian seperti ini yang akan terus membesarkan daerah kita,” pungkasnya.*

















