LOTIM – PorosLombok.com | Masyarakat desa Tetebatu Selatan yang terdiri dari tokoh Agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan semua siswa siswi sekolah yang ada di desa Tetebatu Selatan melaksanakan sholat Istisqa di Lapangan SMPN 3 Sikur pada Rabu ( 25/10 ).
Wakil Kepala Sekolah SMPN 3 Sikur, Marta Sosiawan Fikri, S.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan sholat istisqa ini dilaksanakan karena situasi dan kondisi musim kemarau saat ini sudah sangat terasa dampaknya.
“Kami bersama kepala sekolah beserta rekan guru berinisiatif mengusulkan untuk melakukan Sholat Istisqa” tuturnya
Selanjutnya, usulan tersebut disampaikan kepada semua jajaran termasuk pemerintah desa Tetebatu Selatan. Alhasil semua jajaran menyambut baik hal tersebut.
“Alhamdulilah usulan kami disambut baik oleh desa, dapat berkolaborasi dengan unsur – unsur yang ada di desa untuk melaksanakan sholat istisqa ini bersama semua masyarakat yang ada di desa Tetebatu Selatan dan juga semua elemen – elemen unsur pendidikan yang lain” terangnya.
Dengan diadakan sholat istisqa ini, diharapkan Allah S.W.T menurunkan rahmatnya berupa hujan sehingga bisa mengatasi masalah kekeringan yang sedang melanda khususnya di Lombok Timur.
Selain itu pula, harapan lainnnya ditujukan kepada masyarakat luas supaya bisa selektif dalam membuang sampah dan lain sebagainya yang bisa mengotori lingkungan yang membuat lingkungan tidak seimbang.
Ditempat yang sama Kabid Kebudayaan Dikbud Lotim, Arfin, S.IP., MM. yang juga hadir dan ikut melaksanakan sholat Istisqa menyambut baik apa yang dilakukan oleh sivitas akademika dalam hal ini Kepala Sekolah SMPN 3 Sikur dan seluruh jajarannya dan Pemdes Tetebatu Selatan yang secara mandiri sudah menginisiasi kegiatan sholat istisqa pagi hari ini.
“Mewakili Pemerintah Daerah, Dinas Dikbud Lotim menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus menghimbau kepada satuan – satuan ditempat yang lain juga untuk melakukan kegiatan yang sama” ucapnya.
Pada kesempatan ini pula, Arfin menyampaikan empat pilar yang merupakan dasar berpijak di muka bumi ini. Pertama mengenai ketauhidan atau mengesankan Allah S.W.T, kemudian yang kedua bagaimana Hablum minallah ( hubungan manusia dengan Allah ), selanjutnya yang ketiga bagaimana Hablum minannas ( hubungan sesama manusia).
“Mari kita saling hormati, saling hargai, bergotong royong, hari ini merupakan bentuk gotong royong kita sebagai warisan ajaran Rasulullah dalam rangka memohon bermunajat kepada Allah untuk segera diturunkan hujan” ujarnya.
Kemudian pilar yang kempat lanjut Arfin yakni bagaimana manusia bersahabat dengan alam, harmonisasi dengan alam ini.
“Saya yakin dan percaya, tidak hanya kita yang hadir ditempat ini untuk melaksanakan sholat istisqa pada hari ini yang bermunajat berdoa kepada Allah , tetapi seluruh isi alam ini juga sedang bermunajat kepada Allah untuk mendapatkan Rahmat berupa turunnya hujan” ucapnya
Arfin menambahkan kegiatan ini pula sangat bermanfaat untuk anak – anak dalam rangka memberikan contoh tauladan mengajak mereka untuk selalu Istiqomah didalam menjalankan setiap usaha yang mereka lakukan, karena bagaimanapun juga esensi daripada dunia pendidikan kalau dari segi budaya adalah bagaimana kemudian anak – anak ini bisa terbentuk mental dan akhlaknya yang baik di masa – masa yang akan datang. ( PL, Erwin )















