LOTIM –PorosLombok.com | Pengerjaan proyek fisik yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023 bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur hingga pekan kedua bulan November hampir mencapai 100 persen.
Dari 81 paket tender dan 12 paket penunjukan langsung (PL) sudah selesai, sedangkan untuk tender dengan tenggat waktu batas kontrak yang bervariasi yakni 16, 18 dan 22 November dimana progres pengerjaannya telah mencapai 90 persen.
Dari 81 paket tender itu terdiri dari 28 titik yang dikonsolidasikan, dan 5 paket tidak terkonsolidasikan atau dikerjakan secara sendiri-sendiri.
Demikian disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang SMP, Edi Nur Harianto, kepada poroslombok.com di Selong pada Rabu (8/11/2023).
“Jadi progressnya untuk minggu kedua bulan November 2023 sudah mencapai 90 persen. Masih ada sisa waktu dimanfaatkan untuk tahapan finishing sehingga rampung menjadi 100 persen,” ungkap Edi.
Sebelumnya Dikbud Lombok Timur sudah mengumpulkan seluruh Kepala Sekolah yang menjadi Penerima manfaat DAK 2023 beserta rekanan, mengingat ketika pengerjaan banyak serpihan material yang masih harus dilakukan pembersihan.
Pun demikian terhadap penggunaan listrik dan Air selama pengerjaan yang harus segera diselesaikan oleh rekanan.
Namun secara umum, pihak sekolah sebagai penerima manfaat mayoritas merasa puas dengan hasil pekerjaan yang sudah sesuai spesifikasi berdasarkan laporan Konsultan Pengawas, sehingga tidak ada keluhan yang cukup berarti.
“memang beberapa hal yang dilontarkan Kepala Sekolah salah satunya serpihan material ketika pengerjaan harus dibersihkan, dan juga biaya air dan listrik untuk pengerjaannya, akan tetapi pada bangunan pokok berdasarkan laporan belum ada,” terangnya.
Di lain sisi, lanjut Edi, pihaknya memastikan agar rekanan tidak meninggalkan tanggung jawab terhadap proses pelaksanaan pengerjaan fisik DAK 2023 pada masing-masing Sekolah. Karena itu secepat mungkin akan disampaikan kepada rekanan.
“Saya sudah tegaskan, tidak ingin sampai ada pemberitahuan tentang tanggung jawab rekanan yang masih tersisa di masing-masing Sekolah yang menjadi penerima DAK,” tegasnya.
Masih kata Edi, pemanfaatan dari bantuan yang diterima sekolah sangat dirasakan betul manfaatnya terutama pada pelaksanaan ANBK, yang artinya jika dipersentasekan tingkat kepuasan sekolah mencapai 98 persen.
“Beberapa kepala sekolah ketika saya tanya merasa puas dengan bantuan yang diterima, sehingga jika dipersentasekan tingkat kepuasannya 98 persen,” pungkasnya.
(Anas/PL)
















