(PorosLombok.com) – Tokoh adat Sasak, Amaq Mila, mengaku bangga dengan antusiasme masyarakat dalam menyambut pertunjukan Perisean di ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII 2025 di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Selama tiga hari pelaksanaan, Perisean digelar secara gratis atas arahan Gubernur NTB sebagai bentuk hiburan rakyat sekaligus upaya pelestarian budaya lokal.
“Alhamdulillah, hari ketiga digelarnya kegiatan Perisean secara gratis atas arahan Pak Gubernur NTB. Ini dilaksanakan untuk menghibur masyarakat, terutama para tamu dari luar daerah yang ingin melihat langsung bagaimana bentuk asli olahraga tradisional Perisean,” kata Amaq Mila, Kamis (31/7).
Amaq Mila mengatakan, meski cuaca hujan, ratusan penonton tetap memadati arena hingga pertunjukan usai.
“Masyarakat Sasak sangat antusias. Kurang lebih 800 sampai 900 orang hadir. Walaupun hujan, mereka tidak bergeming hingga acara selesai. Ini luar biasa,” ujarnya.
Amaq Mila menjelaskan, rangkaian kegiatan Perisean masih akan berlanjut pada hari keempat dan kelima. Setelah seluruh peserta menyelesaikan mata lomba, diharapkan mereka dapat ikut menyaksikan pertunjukan puncak.
“Insyaallah akan ditutup oleh Pak Gubernur, Danlanud, dan Kepala Dinas. Nanti tamu-tamu yang sudah tidak ada mata lomba bisa berbondong-bondong ke Lapangan Lanud Zainuddin Abdul Majid,” katanya.
Meski penonton membludak, Amaq Mila mengakui bahwa belum semua peserta luar daerah bisa hadir karena masih mengikuti pertandingan.
“Kenapa belum maksimal? Karena tamu-tamu dari luar daerah masih fokus pada mata lomba. Tapi insyaallah, Jumat besok semua lomba selesai. Setelah itu mereka bisa ikut hadir,” bebernya.
Ia juga menekankan pentingnya menyaksikan Perisean dalam versi aslinya, bukan hanya sebagai atraksi pembukaan.
“Perisean yang asli tidak bisa dipersingkat. Ada nilai budaya dan semangat leluhur di dalamnya. Apa yang ditampilkan saat opening ceremony itu berbeda dengan yang sesungguhnya,” tegas Amaq Mila.
Menurutnya, FORNAS VIII NTB menjadi momentum tepat untuk memperkenalkan Perisean sebagai bagian penting dari identitas budaya masyarakat Sasak.
(arul/PorosLombok)














