(PorosLombok.com ) – Kejaksaan Negeri Lombok Timur sedang mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook untuk Sekolah Dasar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim. Nilai proyeknya mencapai Rp32,4 miliar.
Lantas, apa itu Chromebook?
Chromebook adalah laptop yang memakai sistem operasi Google Chrome OS. Berbeda dengan laptop biasa, Chromebook mengandalkan aplikasi berbasis web dan penyimpanan cloud. Data dan dokumen mayoritas tersimpan secara daring, bukan di perangkat.
Karena mengandalkan internet dan layanan cloud, spesifikasi hardware Chromebook relatif rendah. Ini membuatnya lebih ringan dan harganya lebih terjangkau dibanding laptop konvensional.
Keunggulan utama Chromebook adalah sistem operasinya yang ringan sehingga proses booting bisa sangat cepat. Google juga rutin memberikan pembaruan otomatis untuk patch dan keamanan.
Dikutip detikINET dari situs Lenovo, Selasa (10/6/2025), Chromebook cocok bagi pelajar dan pengguna yang butuh perangkat portabel untuk tugas komputasi dasar. Biayanya lebih murah dan baterainya tahan lama.
Chromebook punya Chrome Web Store, tempat aplikasi dan ekstensi seperti Google Docs, Gmail, Hangouts, Netflix, Spotify, dan game bisa diunduh.
Soal keamanan, Chromebook juga unggul. Chrome OS punya lapisan keamanan seperti sandboxing, boot terverifikasi, dan update otomatis. Data pengguna otomatis terenkripsi dan tersimpan di cloud.
Pertama kali diluncurkan Acer dan Samsung pada Google I/O, Mei 2011. Produsen lain seperti Lenovo, HP, dan Google mulai ikut meramaikan pasar pada 2013.
Sektor pendidikan jadi pasar terbesar Chromebook. Harganya murah, software mudah, dan perawatannya minim. Ini mengurangi biaya pelatihan dan perawatan.
Pada Maret 2018, Chromebook menguasai hampir 60 persen pasar komputer sekolah di Amerika Serikat. Penulis CNET, Alfred Ng, bilang keamanan jadi alasan utama tingginya adopsi Chromebook.
Menurut Gartner dan Canalys, lebih dari 30 juta Chromebook dikirim pada 2020. Sekolah dan orang tua membelinya untuk pembelajaran jarak jauh selama pandemi COVID-19.
(arul/PorosLombok)
















