Lombok Timur, PorosLombok.com | Asosiasi Pelaku Industri Kecil Menengah (APIKM) menyambut baik Program Lombok Timur berantas rentenir melalui kredit tanpa bunga (Lotim Berkembang) yang di luncurkan Pemda Lombok Timur beberapa tahun yang lalu.
Ketua APIKM Zia zannititah pawana menyampaikan, bahwa program Lotim berkembang sangat luar biasa untuk memberikan kesempatan bagi para pelaku UMKM yang sedang merangkak dan terkendala modal usaha.
“Kebetulan kami baru mengetahui kalau ada program seperti ini dari Pemda Lotim, dan sempat kami mengikuti sosialisasinya,” ucapnya kepada PorosLombok, Senin (01/04).
Dijelaskannya, APIKM Merupakan perpanjangan tangan dari beberapa OPD terkait yakni dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Dinas Koperasi, terutama dalam hal sosialisasi tentang program tersebut, kemudian bagaimana nantinya wadah ini bisa membantu para anggota dalam mendapatkan kredit sebagai modal usaha.
“Nanti kami mungkin bisa bantu dalam melengkapi persyaratan administrasinya, seperti pengurusan izin usaha dan sebagainya, namun tentu bagi pelaku UMKM yang tidak mempunyai kredit di Bank Lain,” ungkapnya.
Adapun langkah yang akan dilakukan nantinya dalam membantu pengajuan kredit tersebut, bagi para anggota dengan pengumpulan dokumen secara kolektif, kemudian diserahkan ke dinas bersangkutan untuk mempermudah proses.
“Karena ada beberapa pelaku usaha kita kadang-kadang malu ke dinas terkait ataupun ada juga yang tidak sempat,”jelasnya.
Di sisi lain, ia juga berharap Pemerintah daerah kedepannya dapat menyediakan tempat pengumpulan produk-produk hasil karya para Pelaku UMKM, sehingga nanti bisa menjadi icon Lombok Timur, mengingat anggota APIKM tersebar di 21 kecamatan dengan produk yang bermacam-macam.
“dengan adanya tempat ini bisa kita akomodir dan tampung hasil produk-produk UMKM kita, dan Lokasi yang paling strategis dan paling cocok di Kecamatan Masbagik,”tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Timur, Muhammad Safwan menyampaikan apresiasinya kepada APIKM Lotim karena turut serta membantu Pemda dalam memajukan UMKM, tentu Pemerintah sendiri akan segera mengajukan pengadaan tempat penampungan produk-produk para pelaku usaha.
“Insyaallah tahun ini kalau tidak ada kendala kita akan dapat dana DAK, untuk Pusat layanan usaha terpadu disana nantinya ada berbagai aktifitas yang akan dilakukan oleh para pelaku UMKM kita di Lombok Timur,” akunya.
Ditempat tersebut akan dilengkapi sejumlah sarana dan prasarana penunjang kegiatan UMKM seperti Galeri, alat-alat pelatihan dan sebagainya. Apalagi kata Safwan Pemda juga telah membuka seluas-luasnya dalam hal pengajuan modal usaha melalui program Lotim berkembang, dengan bunga ditanggung oleh Pemerintah Daerah.
“Nanti jangka waktunya 1 tahun, dengan maksimal pinjaman 10 juta tanpa bunga, di tahun 2023 saja subsidi yang dikeluarkan pemerintah 1 Milyar dan realisasi kredit oleh PT Pegadaian sekitar 40 Milyar lebih, alhamdulillah banyak para pelaku UMKM kita yang terbantu,” pungkasnya.
(Arul /PorosLombok)















