PorosLombok.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprakirakan durasi musim kemarau di wilayah Nusa Tenggara Barat tahun ini akan berlangsung jauh lebih panjang daripada kondisi normal pada Senin (9/3/2026).
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG NTB Nuga Putrantijo menjelaskan bahwa lamanya masa kering tersebut diperkirakan menyentuh angka 25 hingga 27 dasarian atau setara dengan delapan sampai sembilan bulan.
”Kami perkirakan durasi dominan berkisar antara 25 sampai 27 dasarian atau sekitar delapan hingga sembilan bulan,” ujarnya.
Lembaga pemantau cuaca ini memprediksi sebanyak 84 persen zona di wilayah tersebut mulai memasuki fase kemarau sejak April mendatang dengan sebaran yang kian meluas secara bertahap.
”Durasi kemarau cukup panjang, sehingga perlu diantisipasi bersama oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Fenomena puncak kekeringan diprediksi menghantam hampir seluruh wilayah pada Agustus mendatang dengan intensitas cakupan mencapai angka 89 hingga 90 persen dari total luasan daerah.
”Faktor pemicu kedua adalah muson Australia yang membawa udara kering dari Benua Kanguru,” jelasnya.
Kondisi suhu muka laut yang lebih dingin di bagian barat dan selatan Indonesia turut membatasi pertumbuhan awan hujan sehingga memicu situasi lingkungan yang jauh lebih gersang.
”Inilah tiga faktor utama yang menyebabkan NTB lebih kering dan durasi musim kemarau lebih panjang,” pungkasnya.*















