Lombok Timur, PorosLombok.com – Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, dibuat kaget saat mengetahui jumlah tenaga honorer di daerahnya melonjak drastis. Jika dulu saat ia menjabat sebagai Wakil Bupati jumlah honorer hanya 2.400 orang, kini angkanya sudah mencapai 13.500.
“Saya sendiri kaget! Dulu waktu saya jadi Wakil Bupati bersama H. Ali BD, honorer yang kami tinggalkan hanya 2.400 orang. Sekarang jumlahnya 13.500! Ini tandanya Lombok Timur subur dan makmur,” kata Haerul Warisin dalam acara tasyakuran Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur di Pendopo Bupati, Rabu (5/3).
Menurutnya, jumlah penduduk Lombok Timur yang mencapai 1,4 juta jiwa menjadi tantangan besar dalam pengelolaan anggaran dan lapangan pekerjaan. Jika saja jumlah penduduk lebih kecil, kata dia, Lombok Timur bisa menjadi kabupaten terkaya di NTB.
“Seandainya kita hanya punya 200.000 penduduk, Lombok Timur akan menjadi kabupaten paling kaya, bahkan lebih kaya dari KSB yang punya tambang emas,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Haerul Warisin juga menyoroti pentingnya efisiensi anggaran. Dia mencontohkan kebijakan pemerintah pusat dalam memangkas pengeluaran yang dinilai kurang bermanfaat.
“DPR RI punya anggaran perjalanan luar negeri Rp42 triliun setahun, lalu dipotong 50 persen. Dari yang biasanya satu anggota DPR berangkat 12 kali setahun, sekarang cuma 6 kali. Kan tidak rugi, tapi anggarannya bisa dialihkan untuk hal lain,” katanya.
Ia menambahkan, hasil efisiensi anggaran nasional telah menghemat Rp900 triliun. Sebagian dana itu dialokasikan kembali ke kementerian dan BUMN, sementara Rp300 triliun digunakan untuk program peningkatan gizi anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Kami ingin menerapkan konsep ini di Lombok Timur. BUMD yang kita buat nanti harus bisa membantu masyarakat, termasuk menyediakan dapur umum untuk sekolah, pondok pesantren, dan anak-anak SD hingga SMA agar mereka mendapat makanan sehat dan bergizi,” terangnya.
Selain soal honorer dan efisiensi anggaran, Haerul Warisin juga menyoroti pemangkasan dana infrastruktur oleh pemerintah pusat.
Ia mengungkapkan kekecewaannya setelah anggaran untuk pembangunan jalan dan irigasi di Lombok Timur dicoret.
“Saya sampai angkat tangan kemarin, kenapa anggaran jalan kami dicoret? Kita ini kabupaten penyangga pangan nasional. Kalau irigasi dan infrastruktur pertanian tidak diperbaiki, bagaimana kita bisa mendukung ketahanan pangan?” katanya.
Ia memastikan akan meminta Sekda agar segera menyurati kementerian terkait agar anggaran tersebut bisa dikembalikan.
“Ini bulan puasa, bulan berkah. Mudah-mudahan anggaran itu bisa kembali. Yang jelas, kami ingin masyarakat Lombok Timur lebih sehat, lebih baik, dan lebih sejahtera,” pungkasnya.
Arul | PorosLombok















