(PorosLombok.com) – Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur berencana pembangunan rumah sakit di Kecamatan Sikur dengan memanfaatkan dan mengembangkan bangunan yang sudah ada.
Dalam skema awal, Kantor Camat Sikur akan digabung dengan Puskesmas Sikur untuk dijadikan rumah sakit. Rencana ini muncul sebagai respons atas aspirasi masyarakat, menyusul pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat di wilayah Sikur dan sekitarnya.
Sekretaris Daerah Lombok Timur, Drs. H. M. Juani Taofik, M.AP, membenarkan rencana tersebut. Ia mengatakan, kebutuhan layanan kesehatan di wilayah timur Lombok Timur sudah cukup mendesak dan telah menjadi perhatian Bupati.
“Sikur termasuk wilayah dengan jumlah penduduk yang besar. Aspirasi itu sudah masuk ke Pak Bupati untuk menghadirkan satu rumah sakit yang bisa meng-cover tiga kecamatan, yakni Sikur, Terara, dan Montong Gading,” ujar Juani Taofik, Jumat (2/1/2026).
Menurutnya, pembangunan rumah sakit tidak bisa dilepaskan dari indikator jumlah penduduk dan ketersediaan tempat tidur. Pemerintah daerah berkewajiban menyediakan layanan kesehatan yang memadai, terutama fasilitas rawat inap.
Juani menjelaskan, layanan rawat inap merupakan ciri utama rumah sakit yang bersifat permanen, berbeda dengan puskesmas. Karena itu, aspirasi masyarakat tersebut dinilai rasional dan ditanggapi serius oleh Pemkab Lombok Timur.
Dalam rencana awal, Pemkab Lombok Timur akan menghadirkan rumah sakit dengan cara memperluas Puskesmas Sikur dan menggabungkannya dengan bangunan Kantor Camat Sikur.
Kedua bangunan yang saling terhubung ini dinilai memungkinkan untuk dikembangkan menjadi fasilitas rumah sakit, serupa dengan konsep rumah sakit di Kecamatan Keruak.
“Informasi yang saya dengar, rencana ini kemungkinan akan tergambar di APBD 2026. Polanya dengan memperluas puskesmas dan digabung dengan kantor camat, karena bangunannya nyambung,” jelasnya.
Terkait relokasi Kantor Camat Sikur, Juani menyebut komunikasi sudah dilakukan antara Bupati Lombok Timur dengan para kepala desa. Kantor camat direncanakan tetap berada di jalur jalan negara, dengan pembangunan gedung baru pada 2026 di lokasi SD Negeri 1 Sikur.
Sementara itu, SD Negeri 1 Sikur akan dipindahkan ke lahan milik pemerintah daerah yang berada di bagian belakang, sehingga tidak mengubah tata ruang wilayah secara signifikan.
Jika rencana tersebut terealisasi, masyarakat di Kecamatan Sikur, Terara, dan Montong Gading akan memiliki satu rumah sakit sendiri. Akses layanan kesehatan di wilayah timur Lombok Timur pun diharapkan semakin dekat dan efisien.
Juani menegaskan, rencana pembangunan rumah sakit ini sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta upaya pengentasan kemiskinan.
Adapun jumlah tempat tidur yang akan disediakan di rumah sakit tersebut masih menunggu hasil perhitungan lebih lanjut.
“Soal jumlah tempat tidur, kita masih menunggu hasil perhitungan, termasuk dari BPJS karena mereka punya rumus sendiri,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, setiap tahun Lombok Timur mencatat sekitar 26 ribu kelahiran baru. Dalam kurun lima tahun, pertambahan penduduk tersebut setara dengan satu kabupaten atau kota baru—angka yang menuntut kesiapan layanan publik, terutama di sektor kesehatan.
(Arul/PorosLombok)















