Capaian PAD dari Pasar Hewan Masbagik Tahun 2023 Meningkat Drastis

LOTIM – PorosLombok.com | Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang melanda wilayah Lombok Timur beberapa bulan lalu membuat pelaku usaha hewan ternak di daerah ini menjadi lesu.

Pasalnya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur terpaksa menutup pasar hewan Masbagik demi membatasi lalu lintas ternak yang dapat menyebarkan virus PMK tersebut.

Kendati begitu, capaian realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar hewan tetap membanggakan. Betapa tidak, di tahun ini justru PAD dari pasar hewan Masbagik naik tiga kali lipat.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Usaha Peternakan (PUP) pada Dinas Peternakan Lombok Timur, Juhur, SP, ketika dikonfirmasi poroslombok.com, Jum’at (27/10/2023).

“Pendapatan kita dari pasar hewan Masbagik sampai dengan bulan September kemarin mencapai Rp. 712.000.000 juta. Artinya, naik tiga kali lipat dari tahun sebelumnya,” bebernya.

Menurut dia, pada tahun sebelumnya penerimaan PAD dari pasar hewan Masbagik berada dikisaran 200 hingga 300 juta. Soal target, tentu berbeda pula. Tahun lalu target untuk pasar hewan Masbagik sebesar tiga miliar, dan tahun ini naik menjadi enam miliar.

Peningkatan itu, aku dia, disebabkan oleh karena adanya kenaikan retribusi terhadap setiap sapi yang masuk di pasar hewan Masbagik, dari yang sebelumnya hanya dua ribu rupiah menjadi sepuluh ribu.

Selain kenaikan tarif retribusi, pengetatan aturan yang diberlakukan oleh ketua pasar (kapas) juga memberi dampak signifikan terhadap kenaikan PAD. Pengetatan itu misalnya, para saudagar sapi wajib membayar retribusi sesuai jumlah sapi yang dibawanya.

“Kalo dulu kadang saudagar itu bawa tujuh sapi tapi dia bilang lima. Nah sekarang kepala pasarnya langsung naik ke truk untuk mengecek jumlah riil sapi yang dibawa,” jelasnya.

Tersisa dua bulan lagi sebelum berakhir tahun ini, Juhur optimis penerimaan PAD dari pasar hewan Masbagik masih bisa ditingkatkan. Ia berharap agar di sisa dua bulan ini geliat pengunjung di pasar hewan terus meningkat.

“Insyaallah kita optimis sisa dua bulan ini kalo tidak bisa mencapai satu miliar, ya mendekati satu miliar kita yakin bisa,” tutupnya.

(Anas/PL)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU