Lombok Timur, PorosLombok |Dalam rangka mencegah terjadinya bullying di Sekolah, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dikbud Kecamatan sikur terus gencarkan sosialisasi dengan menggandeng sejumlah narasumber yang berkaitan dengan hal tersebut seperti Kepolisian, kejaksaan dan beberapa unsur terkait lainya
Hal tersebut disampaikan Kepala UPTD Dikbud kecamatan Sikur Karyatul Aini,S,Pd saat dihubungi Poros Lombok via telpn, Minggu (21/01).
Karyatul mengatakan, untuk kecamatan sikur sendiri kegiatan Stop Bulliying ini sudah berjalan sejak tahun 2023 yang lalu dan sudah diadakan di 8 Sekolah, sementara sisanya akan diselesaikan di tahun 2024.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mampu memberikan pandangan kepada para siswa bahwa Bullying merupakan perbuatan yang sangat berbahaya karena bisa masuk ke ranah Pidana.
“kami terfokus ke sekolah-sekolah SMP sederajat karena rentan terjadi bulliying, apalagi di Pondok Pesantren, tapi Alhamdulillah belum ada yang kita dengar, namun langkah-langkah pencegahan harus kita lakukan sejak dini,”akunya.
Dalam sosialisasi Stop Bulliying ini, ada beberapa item yang ditekankan, diantaranya, kekerasan Seksual, bahaya narkoba, Pernikahan dini dan sebagainya, terutama dikalangan siswa SMP sederajat, mengingat diumur mereka yang masih beranjak dewasa sangat rawan terjadi, baik sebagai pelaku maupun korban.
“Makanya kami menggandeng sejumlah instansi Penegak Hukum, agar para siswa Faham bahwa ini hukumannya jika melakukan sesuatu yang di luar batas kewajaran,” tegasnya.
Lebih jauh kata Karyatul, tak hanya kepada para siswa, pihaknya juga memberikan sosialisasi kepada orang tua murid agar terus menjaga anak-anaknya ketika sudah berada di rumah, dan membangun kerja sama yang baik dengan pihak sekolah terutama dalam hal pengawasan terhadap anak.
“karna tidak mungkin kami dari pihak pendidikan akan mengawasi para siswa 24 jam, tentu ini merupakan tanggung jawab orang tua di rumah. Karena kami hanya sebatas mengedukasi dan memberikan pemahaman,”ujarnya.
Adapun upaya yang dilakukan pihak Sekolah dalam membangun kerjasama yang baik dengan para orang tua siswa, yakni dengan terus menjalin komunikasi yang intens, baik via telpn ataupun bertemu langsung sehingga akan terjalin sinergitas yang kuat demi menjaga para siswa agar tidak terjerumus dan melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan diri mereka sendiri.
“Masing-masing kelas kita buatkan group Whatshap khusus wali murid, disana nanti para guru memberikan masukan ataupun nasehat dan memastikan kegiatan apa saja yang dilakukan para siswa selama di rumah,”bebernya.
Karyatul menghimbau kepada seluruh masyarakat terutama orang tua, agar bersama-sama menjaga anak-anaknya dari perbuatan yang tidak diinginkan, terutama Narkoba, pergaulan bebas, mengingat di tengah zaman yang semakin berkembang saat ini tentu tantangannya pun semakin berat.
“karena anak-anak kita ini adalah aset bangsa, yang akan melanjutkan pembangunan khususnya di lombok Timur, kalau mereka sudah rusak tentu tatanan kehidupan kita juga akan rusak,” pungkasnya.
(arul/PorosLombok)














