Ceramah UAS di Selong, Ingatkan Pejabat Lotim, Hati-hati Berita dari Orang Fasik

Lombok Timur, PorosLombok.com – Ustaz Abdul Somad (UAS) kembali menyentil tajam fenomena sosial yang kini kerap meracuni masyarakat: hoaks dan kabar sesat dari sumber tidak jelas.

Dalam tabligh akbar di Masjid Al Mujahidin Selong, Lombok Timur, Sabtu (24/5), UAS mengingatkan bahaya besar menyebarkan informasi tanpa klarifikasi.

Ribuan jamaah memadati masjid, sementara para pejabat dari Bupati hingga Wakil Bupati Lombok Timur turut hadir menyimak ceramah yang mengupas makna slogan SMART.

Namun di tengah penjabaran makna SMART, UAS menyisipkan pesan serius: masyarakat jangan mudah percaya pada informasi yang datang dari pihak tak bisa dipercaya.

“Kalau datang orang fasik membawa berita, maka hendaklah klarifikasi dulu. Jangan langsung sebar,” tegas UAS, menyitir ayat Al-Qur’an.

Peringatan itu seolah menyasar pada praktik-praktik komunikasi modern yang sering dimanfaatkan untuk menyebarkan fitnah, terutama melalui media sosial. Menurutnya, era digital harus dihadapi dengan akal sehat, bukan dengan emosi sesaat.

Ia menambahkan bahwa transparansi sejati bukan sekadar membuka data, tapi juga memastikan informasi yang beredar tidak berasal dari sumber bermasalah.

“Sekarang banyak yang transparan, tapi bajunya. Transparansi yang benar itu keuangan, pengelolaan masjid, zakat, dan kinerja pemerintahan,” sindir UAS disambut tawa jamaah.

Tak hanya bicara soal hoaks, UAS juga menyinggung poin-poin dalam SMART yang menjadi slogan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Huruf “S” menurutnya berarti “Sejahtera”, namun harus dibuktikan dengan pengelolaan potensi daerah.

“Lombok Timur ini punya segalanya. Gunung, pantai, gili, tinggal bagaimana memolesnya. Kalau dikelola baik, bisa jadi pusat wisata halal dunia,” katanya.

Ia menekankan bahwa sejahtera tidak melulu soal uang atau emas, tapi ketenangan hati, kesehatan jasmani, dan cukup makan hari itu. Ketiga hal itu, kata UAS, sudah cukup menjadikan seseorang sebagai pemilik dunia.

“Kalau punya satu lembah emas, manusia tetap ingin lembah kedua. Tidak akan pernah puas, sampai mulutnya disumpal tanah,” ucapnya menyindir gaya hidup tamak.

Berlanjut ke huruf “M”, UAS menyoroti kemajuan. Tapi ia menggarisbawahi bahwa kemajuan bukan hanya soal teknologi atau fisik, melainkan juga akhlak dan keamanan sosial.

“Masjid di Lombok Timur tidak pakai pintu, tapi tetap aman. Itu kemajuan. Bukan gedung tinggi, tapi masyarakatnya yang beradab,” ujar UAS.

Ia memuji masyarakat Lombok Timur yang dinilainya rukun, meskipun terdiri dari banyak latar belakang dan aliran. Toleransi yang tinggi ini, menurutnya, adalah aset berharga yang harus dijaga.

“Saya belum pernah baca berita ada orang berkelahi karena beda agama di sini. Luar biasa,” katanya memuji.

Masuk pada huruf “A” yakni “Adil”, UAS menyebut keadilan tidak berarti harus sama. Menurutnya, keadilan sejati adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya sesuai kebutuhan.

“Adil bukan berarti semua dapat sama. Tapi sesuai porsinya. Inilah pemimpin yang harus kita doakan: adil dan amanah,” ujarnya.

Pada huruf “R” yaitu “Religius”, UAS mengungkapkan kekagumannya pada Lombok sebagai pulau para penghafal Al-Qur’an. Ia menyebut pondok pesantren sebagai benteng terakhir moral anak bangsa.

“Sekolah hanya jaga anak sampai jam empat sore. Tapi di pesantren, tuan guru bangun sebelum santri dan tidur setelah santri. Doakan anak-anak kita,” kata dia.

Ia bahkan menyampaikan kebanggaannya terhadap Dr. Lukmanul Hakim, putra asli Lombok Timur yang kini mengajar sebagai dosen terbang antara Malaysia dan Indonesia.

“Kitabnya ditulis pakai bahasa Arab, dicetak di Arab, dibaca orang Arab. Itu ditulis anak Lombok Timur. Hebat!” serunya.

Sebagai penutup, UAS menyentil kembali soal pentingnya keterbukaan informasi. Namun ia menggarisbawahi, bahwa transparansi tidak boleh dipahami secara keliru, apalagi dijadikan alat untuk menyebar fitnah.

“Jangan asal percaya. Kalau yang bawa berita itu fasik, wajib klarifikasi. Jangan karena viral lalu dianggap benar,” pungkas UAS.

(arul /PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU