Cuaca Ekstrem Ancaman Serius untuk Lombok Timur, BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang!

Lombok Timur, PorosLombok.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) NTB mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda wilayah Nusa Tenggara Barat, termasuk Lombok Timur. Peringatan ini dirilis pada Jumat (20/12), yang memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dalam sepuluh hari ke depan, seiring pergantian musim ke musim hujan.

Sejumlah kecamatan di Lombok Timur diprediksi akan terimbas hujan lebat dalam waktu dekat. Wilayah-wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Kecamatan Masbagik, Sambelia, Sikur, Suela, Terara, Aikmel, Montong Gading, Pringgasela, Sembalun, dan Wanasaba.

BMKG mengimbau agar warga di kawasan ini siaga terhadap potensi banjir dan tanah longsor, khususnya di daerah rawan bencana. Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama di luar ruangan, untuk menghindari dampak cuaca ekstrem yang bisa datang kapan saja.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan lebat yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan merusak infrastruktur. Saluran drainase yang tersumbat sampah menjadi salah satu faktor yang dapat memperburuk situasi saat hujan deras turun.

Oleh karena itu, warga diminta untuk menjaga kebersihan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan. Langkah kecil ini diharapkan dapat meminimalkan risiko genangan air yang dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan.

Selain hujan lebat, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang yang dapat datang secara tiba-tiba. Angin kencang ini berisiko merusak atap rumah, pohon, hingga papan reklame, yang bisa membahayakan keselamatan warga.

Warga diimbau untuk mengamankan barang-barang yang berisiko terbawa angin. Selain itu, warga juga diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas di luar ruangan, terutama pada saat cuaca buruk terjadi.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem ini. Salah satu langkah yang bisa diambil adalah dengan menyiapkan posko bencana dan memantau titik-titik rawan banjir yang berpotensi menimbulkan kerugian.

Selain itu, pemerintah setempat juga diminta untuk menyiapkan tempat evakuasi bagi warga yang terdampak cuaca buruk. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dan kerugian yang mungkin timbul akibat bencana alam.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca terkini melalui aplikasi BMKG atau media sosial resmi BMKG. Dengan memperoleh informasi yang akurat, masyarakat dapat lebih siap menghadapi segala potensi dampak cuaca ekstrem sepanjang musim hujan.

(Arul/PorosLombok).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU