Cuaca Ekstrem dan Low Season, Penginapan di Tetebatu Lesu Menjelang Tahun Baru

Lombok Timur , PorosLombok.com – Cuaca ekstrem dan periode low season membuat bisnis penginapan di Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, lesu jelang pergantian tahun. Pengelola penginapan di desa wisata internasional ini harus berjuang keras di tengah minimnya kunjungan wisatawan.

Ketua Badan Pengelola Desa Wisata (BP DEWI) Tetebatu sekaligus pemilik Home Stay Sky Garden, Mariani Rusly, mengungkapkan bahwa tingkat hunian kamar penginapan selama November hingga Desember sangat rendah.

“Ini bulan low season. Biasanya dalam seminggu hanya ada satu hingga lima tamu, itu pun hanya mengisi satu atau dua kamar saja. Tidak pernah penuh,” kata Mariani, Minggu (22/12).

Ia menjelaskan, cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi menjadi faktor utama yang membuat wisatawan enggan datang. Selain itu, banyak wisatawan lebih memilih merayakan tahun baru di kota besar atau tempat yang ramai.

“Orang lebih memilih kota untuk tahun baru. Kalau di sini, apalagi dengan hujan terus-menerus, tamu jadi malas. Mereka berpikir, ‘buat apa datang hanya untuk tidur-tiduran?’,” tambahnya.

Cuaca buruk berdampak besar pada sektor pariwisata. Bukan hanya wisatawan domestik, pelancong asing juga memilih menunda perjalanan mereka ke Tetebatu karena aktivitas wisata menjadi terbatas.

Mariani menuturkan, pola kunjungan wisatawan mancanegara biasanya bergantung pada musim di negara asal mereka. Saat negara asal mereka memasuki musim dingin atau salju, wisatawan cenderung memilih destinasi dengan cuaca hangat seperti Indonesia.

“Karena itu, bulan Maret sampai Oktober biasanya jadi masa favorit kunjungan mereka,” jelasnya.

Tetebatu, yang sudah dikenal sebagai destinasi wisata internasional, memiliki potensi besar. Namun, tantangan seperti cuaca ekstrem dan masa sepi pengunjung membuat pelaku usaha penginapan harus mencari strategi untuk tetap bertahan.

Mariani berharap pemerintah daerah dan pihak terkait bisa memberikan dukungan kepada para pengusaha pariwisata, khususnya selama low season. Menurutnya, diperlukan langkah-langkah promosi yang kreatif untuk menarik minat wisatawan meskipun cuaca sedang tidak mendukung.

“Kita butuh program yang bisa bikin Tetebatu tetap menarik, bahkan saat musim hujan,” katanya.

Meski menghadapi berbagai kendala, para pelaku usaha di Tetebatu tetap optimistis. Mereka percaya, setelah melewati masa sepi ini, kawasan Tetebatu akan kembali ramai, terutama pada musim liburan pertengahan tahun yang selalu menjadi favorit wisatawan.

Tetebatu terus berbenah, menjaga kualitas layanan, dan berharap cuaca cerah akan segera membawa kembali keramaian wisatawan ke desa wisata andalan Lombok Timur ini.

(Arul/PoroLombok)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU