Desa Loyok, Simbol Baru Perlindungan Anak dan Perempuan pada HUT RI ke-79

(Lombok Timur, PorosLombok.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menetapkan Desa Loyok,kecamatan sikur, Lombok Timur sebagai lokasi Apel HUT Kemerdekaan RI ke-79.

Pemilihan desa ini dilakukan karena perannya yang menonjol sebagai desa ramah perempuan dan peduli anak, sesuai dengan instruksi presiden kepada sembilan menteri untuk fokus pada pembangunan di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T).

Direktur Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPSDM), Ririn Hayudiani, menjelaskan bahwa Desa Loyok dicanangkan sebagai desa ramah perempuan dan peduli anak sejak 14 Maret 2022. Pencanangan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri PPPA sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak, terutama di wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.

Menurut Ririn, Desa Loyok dinilai progresif dalam memenuhi sepuluh indikator desa ramah perempuan dan peduli anak. Dari sepuluh indikator, Desa Loyok sudah berhasil memenuhi delapan indikator penting.

” Salah satu indikator yang berhasil dipenuhi adalah pembuatan data pilah gender partisipatif, yang menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan-kebijakan lokal,” ujar ririn, Sabtu (17/08).

Salah satu kebijakan yang dihasilkan oleh desa ini adalah Peraturan Desa (Perdes) mengenai pencegahan perkawinan anak serta perlindungan perempuan dan anak. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan angka perkawinan dini yang masih menjadi isu krusial di banyak wilayah di Indonesia, termasuk di Lombok Timur.

Selain regulasi yang progresif, Desa Loyok juga dikenal sebagai desa dengan produk unggulan berupa anyaman bambu. Produk ini bukan hanya bagian dari warisan budaya, tetapi juga menjadi salah satu pilar ekonomi bagi masyarakat setempat. Loyok kerap disebut sebagai Desa Anyaman Bambu karena produk tersebut telah dikenal luas di dalam maupun luar daerah.

Peran ekonomi dari produk anyaman bambu ini sejalan dengan upaya Desa Loyok untuk memberdayakan perempuan di desa tersebut. Banyak perempuan yang terlibat langsung dalam industri anyaman bambu, sehingga membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menambah penghasilan rumah tangga.

Lebih lanjut, Ririn menjelaskan bahwa pemilihan Desa Loyok oleh Menteri PPPA untuk pelaksanaan Apel HUT RI juga terkait dengan komitmen LPSDM dan organisasi Kapal Perempuan dalam memperingati “Sepekan Kemerdekaan Perempuan Indonesia”. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk menguatkan peran perempuan dalam pembangunan nasional.

Persiapan pelaksanaan Apel HUT RI di Desa Loyok dilakukan dengan cepat setelah adanya konfirmasi dari Kementerian PPPA. “Kami baru dikabari hari kamis dan mempersiapkan hanya 1 hari dan ibu menteri sudah siap. karena LPSDM dan KAPAL Perempuan setiap tahun melakukan peringatan kemerdekaan. Menteri PPPA ingin bersama Perempuan yang merayakan kemerdekaan dengan unik. Jadi, kita langsung bergerak untuk mempersiapkan segala sesuatunya,” ungkap Ririn.

Ia juga memastikan bahwa seluruh elemen masyarakat di Desa Loyok dan Pemda siap mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Pelaksanaan Apel HUT RI di Desa Loyok tidak hanya menjadi simbol peringatan kemerdekaan, tetapi juga mencerminkan keberhasilan desa dalam mewujudkan lingkungan yang inklusif dan ramah terhadap perempuan serta anak. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indonesia dalam menjawab tantangan pembangunan yang berfokus pada kesetaraan gender dan perlindungan anak.

(Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU