Lombok Timur, PorosLombok.com – Debat kedua kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur berlangsung meriah di halaman Kantor Bupati pada Selasa malam (18/11/2024). Acara ini berhasil menarik perhatian masyarakat yang antusias menyaksikan perdebatan antara dua pasangan calon yang bersaing merebut hati pemilih.
Paslon Nomor Urut 5, H. Suryadi Jaya Purnama (SJP) berpasangan dengan TGH Fatihin (SJP-TGF), tampil percaya diri. Mereka berhadapan dengan Paslon Nomor Urut 4, H. M. Syamsul Luthfi yang berpasangan dengan H. Abdul Wahid (LUTHFI-WAHID).
Pada sesi tanya jawab, SJP langsung mengajukan pertanyaan kepada H. M. Syamsul Luthfi, menyoroti masalah penurunan debit air di Kabupaten Lombok Timur yang semakin mengkhawatirkan. SJP menilai H. M. Luthfi kurang fokus dalam menjawab isu krusial ini.
“Paslon Nomor Urut 5 mungkin kurang fokus. Volume debit air yang baru dimanfaatkan hanya 54%, sementara 46% terbuang ke laut. Ini bukan soal kekurangan air, tetapi manajemen pengelolaan sumber daya air yang kurang efektif,” tegas SJP.
Ia menambahkan bahwa banyak daerah mengalami banjir, sementara di sisi lain justru mengalami kekurangan air. Hal ini menunjukkan perlunya perencanaan tata ruang yang baik agar area tangkapan air tidak dialihfungsikan menjadi bangunan.
“Masalah yang ada merupakan manajemen pengelolaan sumber daya air yang harus dibenahi. Kita harus lebih bijak dalam memanfaatkan sumber daya yang ada,” imbuh SJP.
Menanggapi pernyataan tersebut, H. M. Syamsul Luthfi tidak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa dirinya justru sangat fokus Menjawab terkait hal ini, ia menekankan pentingnya mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
“Beberapa aktivitas ekonomi berpengaruh terhadap menurunnya sumber mata air kita. Reboisasi yang tidak tepat sasaran juga menjadi salah satu penyebabnya,” ungkap Luthfi.
Ia juga mengkritik alokasi anggaran yang selama ini disediakan oleh pemerintah daerah untuk penanggulangan masalah air yang dianggap kurang memadai. “Kita perlu solusi yang lebih konkret agar sumber mata air tidak berkurang dari tahun ke tahun,” lanjutnya.
Debat ini menjadi ajang bagi kedua pasangan calon untuk menyampaikan visi dan misi mereka di hadapan publik. Masyarakat berharap perdebatan ini dapat memberikan gambaran jelas tentang komitmen para calon terhadap isu-isu penting di Lombok Timur.
Dengan beragam topik yang dibahas, debat ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menentukan pilihan yang tepat pada pemilihan mendatang. Debat ini juga mencerminkan dinamika politik yang semakin memanas menjelang hari pencoblosan.
(Arul/PorosLombok)















