close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Exclusive Content:

PRC Sebut Tak Pernah Merilis Hasil Survei Pilkada Lotim 2024

LOMBOK TIMUR, PorosLombok.com |  Lembaga survei Politika Research and...

Mahasiswa FT Universitas Hamzanwadi Sukses Magang di 5 Perusahaan Nasional

Lombok Timur, PorosLombok.com | Prodi Teknik Komputer Fakultas Teknik...

Ketua Relawan Go Gibran NTB Nyatakan Dukungan Ke HW-Edwin di Pilkada Lotim 2024

Lombok Timur, PorosLombok.com |  Dukungan terhadap H Haerul Warisin...

Dispar Lotim Pastikan Kenyamanan Investor Dalam Mengelola Destinasi Wisata

Lombok Timur, PorosLombok | Banyaknya Potensi daerah yang terbengkalai di sektor Pariwisata, membuat Dinas Pariwisata Lombok Timur beberapa waktu yang lalu berencana akan menyerahkan pengelolaannya kepada Pihak ke-tiga, hal tersebut tentu dalam rangka menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2024.

Tak hanya itu Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, Widayat pada Kamis (26/01) Menegaskan bahwa langkah tersebut diambil juga dalam rangka memastikan keamanan para pengelola swasta, mengingat pemda Lotim biasanya dalam hal Perjanjian kerjasama (PKS), hanya memberikan tenggat waktu satu tahun saja sehingga membuat para investor akan ragu untuk berinvestasi.

“Nah hal ini ingin kita rubah, tentunya mengacu pada Peraturan Menteri (Permen) No : 17, yang dimana menerangkan bahwa sewa lahan itu harus 5 tahun, sehingga akan terciptanya kenyamanan dan kepastian berusaha,” ucapnya.

Baca Juga :  Pathul Bahri Pimpin Konsolidasi Pemenangan Prabowo-Gibran Satu Putaran dan Rannya Agustyra Kristiono di Pileg DPR RI

Maka dari itu, pihaknya akan memberikan solusi agar terciptanya simbiosis mutualisme, (sama-sama saling menguntungkan-red) dengan sistem yang lebih baik yang dimana kontrak tersebut akan diperpanjang menjadi 5 tahun, namun, PKS nya tetap per tahun.

“Tentu ini juga akan memicu tumbuhnya enterpreneur baru khususnya di bidang Pariwisata, makanya kita buat penawaran, untuk memberikan peluang bagi Masyarakat mengelola aset daerah, bukan kita menjual aset,” ujarnya.

Dengan adanya sistem seperti ini, akan berdampak pada kemajuan pariwisata di Lombok Timur, kalau semua dibebankan ke Daerah tentu tidak mudah, mengingat masih terhalang anggaran. Akan tetapi jelas widayat, jika di pihak ke tiga kan tentunya akan berimbas juga pada peningkatan PAD.

Baca Juga :  Pj. Bupati Gelar Rakor Pengawasan dan Distribusi Pupuk Bersubsidi di Lombok Timur.

“Alhamdulillah setelah dibuka penawaran ternyata banyak yang tertarik, dan kita pastikan semuanya berasal dari Lombok Timur, karena kami tidak menerima kalau orang luar,” akunya.

Alasannya tidak mengambil Investor luar Sambung Widayat, memastikan agar Pariwisata yang dikelola harus berbasis religius, dan tidak bertentangan dengan adat istiadat daerah, kemudian agar tidak mematikan potensi yang ada di Lombok Timur termasuk di enterpreneur nya.

“Jadi kami lebih kepada ke arifan lokal, dan patut disyukuri potensi pariwisata yang semula tidak dilirik dan terbengkalai kini banyak yang ingin berinvestasi, karena kita tidak mampu mengembangkan pariwisata dengan dana yang sangat minim seperti sekarang ini,” bebernya

Baca Juga :  Sebanyak 156 CJH KBIHU Syaikh Zainuddin NW Anjani Berangkat, Ketum PBNW : Jaga Kesehatan dan Ikuti Arahan Pembimbing

Adapun Destinasi yang ditawarkan sebanyak 4 Lokasi, dan salah satu sudah mulai berjalan yakni Sun Rise Land yang berada di Labuan Haji, tentu hal ini sudah di kaji secara matang terutama proposal yang diajukan harus sustainable (Berkelanjutan-red) tidak bersifat sementara.

“tinggal tiga ini masih berproses dan sudah banyak yang antri dan semuanya investor lokal, namun kami masih menunggu selesai kontrak dengan pengelola sebelumnya, salah satunya Pantai kerakat, sehingga dengan sistem seperti ini selain untuk peningkatan PAD namun keseimbangan lokal tetap terjaga,” pungkasnya.

(Arul/ PorosLombok)

TERPOPULER

advertisement

spot_img
Berita terbaru