FORNAS VIII Bukan Sekadar Festival, NTB Cetak SDM Event Kelas Nasional

(PorosLombok.com) – Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII 2025 di Nusa Tenggara Barat (NTB) bukan sekadar ajang olahraga.

Lebih dari itu, perhelatan ini menjadi panggung pembuktian bahwa NTB mampu mencetak sumber daya manusia unggul, khususnya di bidang penyelenggaraan event berskala nasional.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal menegaskan bahwa FORNAS merupakan momentum penting yang mengangkat kepercayaan diri para pelaku industri event lokal.

“FORNAS ini jadi lompatan besar. Bagi para pelaku event lokal, ini cara mereka naik kelas. Kita sudah buktikan bisa jadi tuan rumah multi-event nasional,” ujar Gubernur Iqbal di Mataram.

Pelaksanaan FORNAS yang tersebar di lima kabupaten/kota, termasuk Sumbawa dan Bima, menjadi ujian nyata sekaligus bukti kemampuan NTB dalam mengelola event besar dengan sistem terdesentralisasi.

Tak hanya itu, FORNAS juga menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat NTB. Salah satunya, para penari kolosal pembukaan yang kini diundang ke Istana Negara untuk tampil di peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Anak-anak kita akan tampil di Istana. Itu bukti bahwa kualitas karya lokal NTB diakui secara nasional,” kata Iqbal.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE., M.IP, menyebut keberhasilan FORNAS merupakan hasil kerja kolektif yang tidak bisa dicapai tanpa sinergi kuat.

“Sehebat apapun panitia, tanpa dukungan semua pihak tidak mungkin berhasil,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada media lokal dan nasional yang dinilai sangat membantu memperluas eksposur dan memperkuat citra NTB sebagai tuan rumah yang layak.

Penjabat Sekretaris Daerah NTB, H. Lalu Moh. Faozal, tak menampik adanya kekurangan selama penyelenggaraan. Namun ia menekankan pentingnya menjadikan catatan tersebut sebagai bahan evaluasi.

“Tidak ada yang sempurna. Tapi ini jadi bahan evaluasi agar pelaksanaan event ke depan lebih baik,” ujarnya.

Gubernur Iqbal pun menyebut FORNAS sebagai pengalaman mahal dan berharga bagi NTB. Meski dipersiapkan dalam waktu singkat, event ini sukses berkat kerja keras kolektif dan dukungan semua pihak.

“Ini kerja keras dengan waktu yang sempit, tapi akhirnya menjadi pengalaman yang luar biasa,” ujarnya.

Pengalaman FORNAS VIII diharapkan menjadi pondasi kuat untuk mendorong ekosistem event lokal yang mandiri dan berkelanjutan di masa mendatang.

(redaksi/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU