Lombok Timur, PorosLombok.com – Yayasan Ali Dachlan Center (ADC) membuka tahun 2025 dengan langkah nyata yang menggugah.
Sebanyak 254 kuota beasiswa disalurkan kepada anak-anak SD kurang mampu di seluruh desa di Kabupaten Lombok Timur, NTB.
Program ini hadir sebagai jawaban atas kenyataan pahit yang masih menghantui dunia pendidikan dasar, khususnya di daerah-daerah pinggiran. Banyak anak terpaksa meninggalkan bangku sekolah lantaran ketidakmampuan ekonomi keluarga yang membelenggu.
“Pendidikan dasar itu pondasi penting. Kami ingin membantu mereka yang selama ini sulit mengakses pendidikan layak,” kata Direktur Utama ADC, H. Mudahan Hazdie, dalam keterangannya.
Kabupaten Lombok Timur menjadi sasaran utama program ini, karena selain berpenduduk paling banyak di NTB, wilayah ini juga dikenal menyimpan potensi besar untuk mencetak generasi unggul. Namun, keterbatasan ekonomi membuat potensi itu kerap terpendam tanpa kesempatan untuk berkembang.
Mudahan Hazdie menegaskan, seluruh biaya program beasiswa ini bersumber dari dana internal yayasan tanpa mengandalkan bantuan pihak luar.
“Pendiri ADC selalu berprinsip memulai dari hal kecil dan dari diri sendiri. Namun, kami tetap membuka diri untuk bekerja sama dengan siapa saja yang peduli kemanusiaan,” tegasnya.
Respons warga atas program ini pun begitu antusias. Banyak orang tua penerima manfaat mengaku sangat terbantu, apalagi di tengah sulitnya memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami sangat terbantu sekali, terutama kami yang kurang mampu dan pekerjaan serabutan. Maka dengan adanya bantuan ini, terutama saya pribadi sangat bersyukur dan berterima kasih kepada ADC,” ungkap Rodiansyah, salah satu orang tua penerima beasiswa.
Program ini membuktikan bahwa sebuah gerakan kecil, jika dilakukan dengan niat tulus, bisa membawa perubahan besar bagi banyak orang.
ADC mengambil peran itu, mematahkan stigma bahwa perubahan hanya bisa dilakukan oleh mereka yang besar dan berkuasa.
“Bukan soal siapa kita, tetapi soal seberapa besar keinginan kita untuk membantu sesama,” tandas Mudahan Hazdie menutup.
(*/porosLombok)















