Lombok Timur, PorosLombok.com – Mahasiswa Lombok Timur kembali turun ke jalan. Dalam aksi jilid 2 yang digelar di depan Gedung DPRD Lombok Timur, mereka menyuarakan empat tuntutan keras terhadap kebijakan negara yang dinilai menindas rakyat dan merusak tatanan demokrasi. senin (04/04).
Aksi dipimpin langsung Koordinator Umum Azlan Kirie. Massa mahasiswa datang dengan penuh semangat, membawa poster-poster tuntutan dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan.
Dalam orasinya, Izza Mahendra, salah satu orator, mengecam keras dominasi militer dalam urusan sipil dan lemahnya penindakan terhadap koruptor.
“Kita tidak sedang bermain-main. Ini adalah perlawanan dari rakyat yang sudah muak dibungkam dan ditindas!” teriak Izza dari atas mobil komando.
Empat tuntutan yang disuarakan mahasiswa dalam aksi tersebut yakni: (1). mendesak pengesahan UU Perampasan Aset Koruptor untuk mengembalikan kekayaan negara yang dijarah; (2). mengusut dan mengadili pelanggaran HAM oleh TNI/Polri sebagai bentuk keadilan bagi korban; (3). menolak RUU Polri yang dinilai mengancam ruang demokrasi dan memperluas kewenangan represif; (4). serta mencabut UU TNI untuk menghentikan keterlibatan militer dalam urusan sipil.
Aksi berjalan tertib. Pernyataan sikap mahasiswa diserahkan langsung kepada perwakilan DPRD Lombok Timur.
Di akhir aksi, Azlan Kirie mengingatkan bahwa suara mahasiswa tidak boleh diabaikan.
“Jangan anggap rakyat tidak punya daya. Hari ini kami bersuara, besok kami akan datang dengan gelombang yang lebih besar jika tuntutan ini diabaikan,” tegasnya. (*/porosLombok)















