close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

28.8 C
Jakarta
Jumat, Desember 12, 2025

Gelar Hiziban Akbar, PB NWDI Salurkan Qurban untuk 1.000 Warga

*Sebanyak enam hewan qurban disalurkan kepada 1.000 warga, disertai pesan TGB tentang menjaga alam dan hati”

(PorosLombok.com) – Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PB NWDI) menggelar Hiziban Akbar dan Haflah Qurban di Kantor PB NWDI, Jalan Langko, Kota Mataram, Ahad (8/6), beberapa hari setelah Hari Raya Iduladha.

Acara berlangsung khidmat dengan diikuti ratusan jamaah, termasuk 100 anak yatim. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan hizib, doa bersama, dan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban.

Prof TGH Abdul Fattah, selaku Kepala Kantor PB NWDI sekaligus Koordinator Kegiatan, menjelaskan bahwa kegiatan qurban tahun ini berhasil menghimpun tiga ekor sapi dan tiga ekor kambing.

“Hewan-hewan ini kami salurkan kepada sekitar 1.000 penerima manfaat,” ujar Abdul Fattah.

Ia menjelaskan bahwa distribusi daging qurban ditujukan untuk masyarakat yang membutuhkan, termasuk kaum dhuafa, janda, lansia, dan anak yatim di sekitar Kota Mataram.

“Ke depan, kami akan bentuk program arisan qurban di lingkungan jamaah dan pengurus agar pelaksanaan qurban bisa lebih luas dan berkelanjutan,” tambahnya.

Menurutnya, ibadah qurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi lebih dari itu, sebagai bentuk penyucian diri dan latihan spiritual.

“Yang disembelih bukan hanya hewan, tapi juga sifat kehewanan seperti ego, amarah, dan keserakahan dalam diri kita,” tegasnya.

Sementara itu, tausiyah hikmah qurban disampaikan oleh Plt Ketua PW NWDI NTB, Prof H Jamaluddin. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk memahami makna qurban secara mendalam, tidak hanya sebagai rutinitas ibadah tahunan.

“Qurban harus lahir dari niat yang tulus, bukan karena ingin dilihat orang lain atau sekadar ikut-ikutan,” kata Jamaluddin.

Ia juga menyinggung kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai pelajaran tentang kepatuhan dan keikhlasan total kepada perintah Allah SWT.

“Kalau qurban kita niatkan karena Allah, maka sekecil apa pun akan bernilai besar di sisi-Nya,” lanjutnya.

Ketua Umum PB NWDI, TGB HM Zainul Majdi, turut memberikan arahan di akhir kegiatan. Ia memanfaatkan momentum ini untuk mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pelaksanaan syariat dan kelestarian alam.

TGB menyinggung kisah Kerajaan Maroko yang pernah menunda pelaksanaan qurban akibat krisis populasi ternak yang disebabkan kerusakan ekosistem.

“Jangan sampai kita menjalankan syariat tapi merusak ciptaan Allah. Lingkungan ini bagian dari amanah yang harus dijaga,” ujar mantan Gubernur NTB dua periode itu.

Ia juga menyampaikan bahwa manusia sebagai khalifah tidak hanya bertanggung jawab pada aspek ibadah, tapi juga pada keberlanjutan lingkungan.

“Kalau alam rusak, syariat bisa terganggu. Jangan sampai semangat beribadah justru mengakibatkan kerusakan,” tegasnya.

TGB menutup pesannya dengan mengingatkan umat untuk membersihkan hati dari sifat-sifat tercela, seperti iri dan dengki, yang bisa menghapus amal.

“Iri dan dengki itu racun batin. Kalau dibiarkan, ia menggerogoti pahala yang sudah susah payah kita kumpulkan,” tuturnya.

“Hati yang bersih adalah syarat diterimanya ibadah. Itu yang harus kita jaga setiap saat,” pungkasnya.

(*/PorosLombok)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

IKLAN
TERPOPULER