PorosLombok.com – Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, menegaskan bahwa smelter di Kabupaten Sumbawa Barat bukan sekadar tempat melelehkan logam. Ia melihat peluang lebih besar: industri baru, hilirisasi, hingga kemandirian energi.
Saat meninjau langsung fasilitas smelter Amman, Sabtu (8/3), Mamiq Iqbal menyoroti potensi besar dari by-product yang dihasilkan. Menurutnya, jika dikelola dengan baik, smelter ini bisa melahirkan industri turunan yang mengangkat perekonomian daerah.
“Segera bisa beroperasi penuh, dan by-product yang muncul dari smelter ini bisa menghasilkan industri baru,” ujar Mamiq Iqbal.
Menurutnya, smelter ini sudah memiliki fondasi yang kuat. Selain infrastruktur yang lengkap, kawasan industri ini juga didukung oleh power plan yang memungkinkan pemenuhan kebutuhan energi secara mandiri.
“Sudah ada power plan yang dibangun, sehingga self-sufficient, paling tidak bisa memenuhi kebutuhan power-nya sendiri,” tambahnya.
Gubernur NTB juga menyoroti produk turunan yang dihasilkan dari smelter. Menurutnya, hilirisasi di sektor ini harus dimaksimalkan agar nilai tambah tetap berputar di daerah, bukan sekadar diekspor dalam bentuk mentah.
“Tadi kita sudah lihat ada asam sulfat, silver, dan sebagainya. Harapannya, hilirisasi bisa dilakukan di sekitar sini dan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar,” tegasnya.
Safari Ramadan Gubernur NTB di Pulau Sumbawa akan berlangsung beberapa hari ke depan. Selain meninjau sektor industri, ia juga dijadwalkan mengunjungi pelaku UMKM serta meninjau jembatan amblas dan lokasi tanah longsor di Lunyuk, Kabupaten Sumbawa Besar.
Mamiq Iqbal memastikan, pemerintah daerah akan terus mendorong agar smelter ini tidak hanya beroperasi sebagai fasilitas pengolahan, tetapi juga menjadi pemicu lahirnya industri-industri baru yang bisa menyerap tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian NTB.
Redaksi | PorosLombok















