Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun di Semester I 2026, UMKM Makin Berdaya dan Inklusif

Realisasi investasi NTB Semester I 2026 capai Rp33,73 triliun (51,26% target). Didominasi PMDN 81,85% dan investasi UMKM naik 22,28% menjadi Rp496,68 miliar.

PorosLombok.com – Realisasi investasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan tren yang sangat positif sepanjang Semester I Tahun 2026 dengan menembus angka Rp33,73 triliun atau setara 51,26 persen dari target tahunan, Kamis (6/8).

“Capaian yang melampaui separuh target ini menjadi sinyal positif sekaligus bukti besarnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi NTB,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, H. Irnadi Kusuma.

Sektor investasi di NTB kini makin menyebar merata di pelbagai wilayah seperti Kabupaten Sumbawa Barat, Dompu, dan Lombok Tengah, serta menyasar bidang pariwisata, ekonomi kreatif, industri, hingga infrastruktur.

“Investasi di NTB tidak lagi hanya tumbuh dari sisi nilai semata, tetapi juga semakin berkualitas, inklusif, serta memberikan manfaat luas bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Menariknya, realisasi investasi pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut melonjak hingga Rp496,68 miliar atau mengalami kenaikan 22,28 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa manfaat arus modal mulai dirasakan secara nyata oleh para pelaku usaha kecil sebagai fondasi utama ekonomi daerah,” katanya.

Pertumbuhan modal yang kian pesat ini dipastikan bakal terus terakselerasi berkat sinergi ketat antara pemerintah daerah, perbankan, perguruan tinggi, hingga dunia usaha.

“Pemerintah provinsi sangat optimistis tren positif ini berlanjut seiring makin kondusifnya iklim usaha untuk pemerataan pembangunan,” tambahnya.

Melonjaknya nilai investasi ini juga ditopang oleh langkah pendampingan legalitas, sertifikasi halal, hingga penguatan klaster produksi berbasis koperasi di seluruh wilayah NTB.

“Semua upaya kolaborasi lintas sektor ini terus kami maksimalkan agar para pelaku usaha lokal makin profesional dan naik kelas,” tuturnya.

Perkembangan positif investasi daerah ini juga mendapat sambutan hangat dari jajaran pejabat Pemerintah Provinsi NTB yang terus mendorong penguatan sektor industri lokal.

“Dominasi Penanaman Modal Dalam Negeri sebesar 81,85 persen mencerminkan kuatnya kepercayaan investor domestik terhadap perekonomian NTB,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik.

Geliat arus modal dari investor domestik tersebut dinilai menjadi benteng pertahanan yang sangat kokoh bagi perekonomian daerah di tengah ketidakpastian serta dinamika ekonomi global.

“Investasi dalam negeri menjadi penopang penting pertumbuhan daerah sekaligus memberi manfaat besar bagi pelaku usaha lokal dan tenaga kerja,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTB menegaskan bahwa fokus penataan investasi saat ini tidak semata-mata mengejar nilai angka nominal yang besar, melainkan dampak kesejahteraan yang nyata.

“Yang kita dorong bukan sekadar investasi yang besar nilainya, tetapi investasi yang berkualitas dan inklusif,” tegasnya.

Kehadiran para investor baru ini diyakini mampu membuka ribuan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat rantai pasok industri yang melibatkan UMKM lokal.

“Investasi harus mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM dan koperasi, serta menghadirkan nilai tambah yang besar,” paparnya.

Sinergi antara penguat modal dan pengembangan komoditas unggulan daerah dipastikan akan terus dipacu agar memiliki daya saing yang tinggi di pasar nasional maupun internasional.

“Standardisasi mutu serta keandalan produk menjadi kunci utama agar komoditas lokal kita mampu menembus pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadikan investasi sebagai instrumen utama dalam meningkatkan daya saing daerah serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara menyeluruh.

“Inilah arah pembangunan investasi daerah menuju NTB Makmur Mendunia,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU