(Lombok Timur, PorosLombok.com) – Pemanasan global semakin dirasakan dampaknya di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Jaringan Advokasi Lingkungan Rinjani (JALUR) NTB mengajak masyarakat untuk aktif menanam pohon sebagai salah satu solusi nyata menghadapinya.
Direktur JALUR, M. Agus Setiawan, menegaskan pentingnya kesadaran akan isu pemanasan global yang kini tidak bisa lagi diabaikan. “Isu ini bukan hal baru, tetapi baru akhir-akhir ini dampaknya benar-benar disadari oleh banyak pihak, terutama setelah mencairnya es di wilayah kutub,” kata Agus, Jumat (11/10).
Pencairan es di kutub menjadi perhatian utama karena dapat menyebabkan peningkatan muka air laut. Kondisi ini berpotensi menenggelamkan pulau-pulau kecil dan kota-kota yang berada di tepi pantai, mengancam kehidupan masyarakat pesisir.
Selain ancaman tersebut, pemanasan global juga memengaruhi pola iklim secara drastis. “Pola iklim yang tidak menentu membuat petani kesulitan menentukan waktu tanam, yang bisa berujung pada gagal panen dan bencana kelaparan,” jelas Agus.
Agus memaparkan bahwa musim hujan yang dulu terjadi dari September hingga Februari kini tidak lagi konsisten. “Kondisi ini membuat petani kebingungan, dan kita melihat dampaknya di depan mata,” tambahnya.
Pemanasan global juga berkontribusi pada munculnya berbagai penyakit baru yang sulit diatasi. Para ahli mengingatkan bahwa jika suhu bumi terus meningkat, banyak spesies yang terancam punah.
Melihat dampak yang begitu luas, JALUR NTB mendorong masyarakat untuk mulai menanam pohon di lahan-lahan kosong. “Reforestasi adalah langkah kongkrit untuk mengatasi pemanasan global,” ujar Agus.
Partisipasi aktif masyarakat dalam menanam pohon menjadi penting untuk mengurangi dampak negatif perubahan iklim. “Kami ingin masyarakat menanam pohon, setidaknya di halaman rumah mereka sendiri,” katanya.
JALUR berharap, dengan semakin banyaknya pohon yang ditanam, kontribusi signifikan dapat diberikan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi dampak pemanasan global.
Gerakan menanam pohon ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menjaga lingkungan dan melindungi masa depan generasi mendatang dari ancaman perubahan iklim yang semakin tak terelakkan.
(Arul/PorosLombok)














