LOTIM – PorosLombok.com | Perhelatan Pemilu 2024 tak hanya menjadi panggung bagi kader Partai tertentu, tetapi juga menjadi moment bagi segenap anak bangsa yang ingin mengabdikan diri kepada masyarakat, tak terkecuali pensiunan birokrat.
Beberapa pejabat birokrasi yang telah pensiun di tahun 2022-2023 ini beramai-ramai masuk ke Partai Politik (Parpol) sebagai kendaraan politik. Sebagaimana yang dilakukan Ahyan, SKM.,MM, mantan Sekretaris Dinas Sosial Lombok Timur.

Dketahui, Ahyan saat ini sudah menjadi kader Partai NasDem dan telah resmi mendaftarkan diri ke KPU Lombok Timur sebagai Caleg Dapil 3 yang terdiri dari Kecamatan Terara, Sikur dan Montong Gading.
“Saya ingin melanjutkan pengabdian kepada masyarakat. Makanya setelah pensiun saya memutuskan untuk terjun ke dunia politik sebagai wadah pengabdian,” kata Ahyan di Selong, Minggu (11/6/23).
Semasa menjabat, kiprah dan eksistensi Ahyan di kalangan birokrasi kabupaten Lombok Timur sudah tak diragukan lagi. Popularitas namanya cukup mengakar dan menimbulkan jejak positif di kalangan masyarakat akar rumput.
Wajar saja, lantaran semasa menjabat pada Dinas Sosial yang notabene mengurus persoalan sosial kemasyarakatan, tentu ia telah banyak berinteraksi dengan beragam karakter dan sosial masyarakat.
“Semasa menjabat saya banyak bersentuhan dengan masyarakat. Jadi, sudah terbiasa dan sudah memahami persoalan masyarakat,” imbuhnya.
Menurut dia, bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang berguna (bermanfaat) bagi masyarakat. Untuk bisa menjadi manusia yang berguna, maka dirinya memandang harus menjadi wakil rakyat.
Dikatakan lebih lanjut, pengabdian kepada rakyat harus secara totalitas (kaffah), tidak bisa setengah-setengah. Karenanya, ia berkomitmen untuk memberikan pengabdian tanpa batas.
“Apapun itu, kalau setengah-setengah pasti tidak nikmat,” selorohnya, namun tetap dengan sikap yang bersungguh-sungguh.
“Mengabdi kepada masyarakat itu, harus paripurna, hingga tercapai apa yang diinginkan oleh rakyat,” imbuhnya.
Rakyat sebagai pemberi mandat, lanjut dia lagi, harus mendapatkan pelayanan yang maksimal, serta harus mendapatkan tempat yang layak sesuai amanah undang-undang.
Menurut mantan pelayan masyarakat ini, mengabdi untuk masyarakat tidak hanya sebagai birokrasi dan profesi lainnya. Tetapi sebagai wakil rakyat, sebut Ahyan, justru akan lebih tersistematis dalam mengakomodir setiap aspirasi rakyat.
Atas dasar keinginan untuk mengabdi kepada rakyat, katanya, menetapkan hati untuk siap mewakili rakyat di DPRD Lotim, sebagai penyambung lidah rahyat.
Bagi Ahyan, sebagai mantan birokrasi, dirinya masih bisa memenuhi kebutuhan hidup dan keluarganya. Dengan kata lain, menjadi anggota dewan tidak semata-mata tergiur oleh gaji.
Karena bagi Ahyan, menjadi anggota legislatif itu bukan untuk sebuah pekerjaan, melainkan ruang pengabdian.
“Tetapi dengan mewakili dan melayani rakyat di DPRD adalah sebuah bentuk pengabdian. Jika masyarakat memberi mandat, InsyaAllah kita siap memberikan pengabdian terbaik,” demikian Ahyan.
(PL/anas)















