LOMBOK TIMUR – PorosLombok.com | Tinggal hitungan hari, umat islam di seluruh dunia akan merayakan hari raya idul fitri setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama sebulan penuh, termasuk di Lombok Timur.
Pada H-1 lebaran, para ibu rumah tangga memiliki tradisi menyiapkan masakan olahan daging sapi atau opor ayam untuk dihidangkan di meja makan.

Sebagian ibu-ibu ketika membeli daging sapi biasanya akan mengutamakan kualitas, meski dengan harga yang agak sedikit mahal.
Nah, untuk mendapatkan daging sapi dengan kualitas terbaik, Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lotim, Drh. Hultatang, berbagi tips untuk anda.
Masyarakat, kata Hultatang, memiliki dua pilihan dalam membeli daging sapi. Yaitu daging segar atau daging yang sudah dibekukan.
Dia menjelaskan, daging beku harus disimpan dan diperjualkan dalam bentuk beku dengan suhu -+ 18’C, sehingga daging beku dipasarkan khusus ditempat-tempat yang menyiapkan pendingin/coolstorage.
“Idealnya daging beku itu diperjualkan di supermarket. Karna daging beku dalam penjualannya gak boleh dalam bentuk cair, karena kalo dicairkan dan tidak cepat diolah akan berubah warna, dan bau. apalagi pendinginnya tidak memenuhi standar,” ujar Tatang, Selasa (18/4/23), kemarin.
Sedangkan untuk daging segar dan berkualitas baik dan segar dapat dilihat dari tekstur, warna, dan aromanya. Berikut tips dalam memilih daging segar:
1. Warna daging merah segar.
Hal pertama yang bisa menandai bahwa daging sapi tersebut memiliki kualitas baik atau tidak, bisa diketahui dari warnanya.
“Yang pertama yang harus diperhatikan adalah, lihat dari warnanya dulu. Pastikan warnanya itu merah tua, segar,” jelas Tatang.
Warna daging yang sudah pucat dan tidak ada jus atau cairan alami yang keluar menandakan bahwa daging memiliki kualitas yang kurang baik dan sudah lama terpapar udara luar.
Warna daging sapi segar yang masih baik bukanlah merah terang melainkan merah tua.
“Merah kehitaman itu tandanya daging sudah tersentuh udara, daging sudah beberapa jam dipotong,” imbuhnya.
2. Bau khas sapi.
Tips yang kedua dari daging segar adalah dari baunya. Daging segar bisanya mengeluarkan bau yang normal khas sapi.
Ia menyarankan untuk tidak membeli daging sapi yang baunya sangat menyengat dan amis. Bau daging yang sudah tidak segar akan tercium anyir dan sangat amis.
3. Tekstur daging tidak lembek.
Tips yang ketiga adalah, jangan membeli daging sapi yang lembek. artinya sudah tidak berkualitas baik lagi. Namun, daging sapi yang mengeluarkan air seperti darah itu termasuk daging sapi yang segar.
Sebab, air yang menyerupai darah pada sapi bukanlah darah melainkan sari dari daging tersebut. Pilih daging yang disentuh langsung cepat kembali ke bentuk awal.
“Kalo daging segar/baru itu biasanya kalo dipegang masih terasa hangat Kalo dia dingin brarti sudah nginep, dan biasanya kalo ditekan cepat kembali. Kalo bisa hindari daging yang teksturnya berlendir dan sudah berair,” demikian Hultatang.
(PL-anas)















