​Kerjasama Bali-Nusra Menguat, NTB Pimpin Proyek Super Grid

NTB resmi memimpin studi kelayakan super grid energi bersih, sementara ketiga provinsi memantapkan komitmen menjadi tuan rumah bersama PON 2028.

(PorosLombok.com) – Kerja sama regional antara Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) kini bukan lagi sekadar tanda tangan di atas kertas.

Memasuki tahap implementasi, kolaborasi tiga provinsi ini mulai membuahkan hasil nyata, mulai dari lonjakan rute penerbangan hingga rencana besar kemandirian energi.

​Hal itu terungkap dalam Pertemuan Ketiga Kerja Sama Regional (KR) BNN yang digelar di ITDC The Golo Mori, Manggarai Barat, NTT, Rabu (28/1/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penguatan setelah MoU sebelumnya diteken di Mandalika, November tahun lalu.

​Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan, dampak kerja sama ini sudah mulai dirasakan masyarakat. Salah satu indikator paling mencolok adalah meningkatnya konektivitas transportasi udara di kawasan tersebut.

​”Kerja sama ini bukan lagi wacana. Kita sudah melihat dampak nyata, salah satunya dari penguatan konektivitas. Jumlah rute penerbangan dari dan menuju NTB meningkat dari 18 menjadi 27 rute,” kata pria yang akrab disapa Miq Iqbal itu.

​Salah satu terobosan besar dalam pertemuan ini adalah kesepakatan pengembangan super grid atau jaringan listrik terintegrasi berbasis energi terbarukan. NTB dipercaya untuk memimpin studi kelayakan megaproyek ini.

​Kawasan Bali-Nusra memang dikenal memiliki potensi energi bersih yang melimpah, mulai dari surya, angin, hingga panas bumi. Integrasi melalui super grid diharapkan mampu mempercepat transisi energi nasional.

​”Kita sudah bergerak dari niat menuju realisasi. Kolaborasi ini menjadi contoh regionalisme baru yang tumbuh dari daerah untuk menjawab tantangan nasional dan global,” tegas Iqbal.

​Dalam pertemuan ini, ketiga gubernur sepakat membagi peran agar pembangunan tidak berjalan masing-masing. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan kesiapannya menjadikan NTT sebagai pusat koordinasi melalui Sekretariat Bersama (Sekber).

​”Ini adalah rumah bersama untuk kolaborasi nyata, bukan sekadar kesepakatan administratif,” tegas Melki.

​Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menekankan posisi Bali sebagai hub pariwisata dan ekspor regional. Menurutnya, Bali, NTB, dan NTT harus tumbuh sebagai satu kesatuan ekonomi yang saling melengkapi.

​Selain urusan ekonomi dan energi, pertemuan ini juga memantapkan langkah Bali dan NTB untuk menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Keduanya telah menandatangani surat kesiapan yang ditujukan kepada Presiden RI sebagai bukti komitmen penyelenggaraan olahraga yang kolaboratif.

​Kerja sama lintas sektor ini mencakup lima bidang strategis, yakni optimalisasi pariwisata, pengembangan energi terbarukan, penguatan perdagangan antarprovinsi, sistem transportasi terintegrasi, hingga sinkronisasi perencanaan pembangunan regional.

(Redaksi/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU