Ketua MUI Lotim Nilai Ahsanul Khalik Sosok Pas Jaga Keseimbangan Wilayah di Kursi Sekda NTB

(PorosLombok.com)  – Ketua Majlis Ulama Indonesia (Mui) Kabupaten Lombok Timur, TGH Ishak Abdul Gani, memberikan pandangan strategis terkait bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ia menegaskan bahwa posisi ini merupakan jabatan krusial yang harus diisi oleh figur yang benar-benar memahami karakteristik daerah.

​”Kalau saya, yang paling pas memang Lombok Timur sih paling tepat,” ujar TGH Ishak saat memberikan keterangannya, Minggu (18/1/2026).

​Tuan Guru Ishak menekankan bahwa sosok yang paling ideal untuk mengisi jabatan tersebut adalah putra daerah dari etnis Sasak. Menurutnya, sebagai suku dengan populasi terbesar di NTB, keterwakilan orang Sasak di kursi birokrasi tertinggi tingkat provinsi adalah sebuah keniscayaan.

​”Harapan saya itu (orang Sasak), dan mudah-mudahan Pak Gubernur mempertimbangkan betul ini. Dan yang paling besar itu adalah orang Sasak,” tegasnya.

​Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa secara demografis, populasi etnis Sasak terbesar berada di wilayah Lombok Timur. Oleh karena itu, kehadiran figur dari daerah ini di jajaran pemerintahan provinsi akan menjadi penyeimbang yang kuat dalam setiap pengambilan kebijakan.

​”Sasak terbesar itu Lombok Timur. Kalau sudah Lombok Timur dipegang oleh orang kita, dan dari dulu sejarahnya memang rata-rata Sekda itu Lombok Timur semua,” lanjut TGH Ishak.

​Mengenai sosok yang tepat, TGH Ishak secara terbuka menyebut nama Ahsanul Khalik sebagai figur yang memiliki kapasitas mumpuni.

Ahsanul Khalik yang kini menjabat sebagai Kadis Kominfotik sekaligus Juru Bicara Gubernur NTB dianggap sudah sangat mengenal seluk-beluk pemerintahan.

​”Pas sekali sudah sebenarnya kalau Ahsanul Khalik itu,” ucapnya memberikan dukungan.

​Dukungan tersebut didasarkan pada rekam jejak Khalik yang dianggap mampu menjadi “tangan kanan” Gubernur dalam mengeksekusi program daerah.

Ia meyakini bahwa keterwakilan wilayah yang adil antara Timur, Tengah, dan Barat akan membawa stabilitas bagi birokrasi NTB.

​”Tiga orang Pansel. Ada yang Jakarta, Jawa Timur satu, sama kita di sini Ahsanul Khalik. Itu saya sebenarnya pokoknya kembali kepada yang kita harapkan, yang mengenal NTB,” tambahnya.

​TGH Ishak juga menitipkan harapan agar penentuan jabatan Sekda ini murni didasarkan pada profesionalitas dan kinerja, bukan atas dasar pertimbangan politik masa lalu. Ia ingin agar Gubernur fokus pada masa depan kesejahteraan masyarakat luas.

​”Mudah-mudahanlah tidak diingat-ingat kembali politik kemarin, tapi kinerja mereka yang saya harapkan. Bagaimana Lombok Timur makmur, itu yang paling utama,” kata TGH Ishak.

​Untuk diketahui, proses seleksi terbuka Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB definitif saat ini telah memasuki tahap akhir.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, telah menyerahkan tiga nama calon Sekda NTB ke Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dan secara bersamaan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

​Adapun tiga nama tersebut adalah Abul Chair yang saat ini menjabat Kepala BPKP Jawa Timur, Ahmad Saufi yang menjabat sebagai Asisten Deputi Pemberdayaan dan Peningkatan Prestasi Bangsa Kemenko PMK, serta Ahsanul Khalik yang merupakan Kepala Diskominfotik NTB.

​Penyerahan berkas tersebut dilakukan pada Senin (12/1/2026) ketiga nama yang diserahkan merupakan hasil seleksi akhir dari panitia seleksi (pansel).

Saat ini, prosesnya tengah menunggu terbitnya rekomendasi dari BKN dan Kemendagri terkait satu nama yang akan direkomendasikan menjadi Sekda NTB.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU