Klarifikasi Bupati Lotim: Saya Bukan Cari Viral, Saya Jaga Ekonomi Daerah!

PorosLombok.com – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin memberikan klarifikasi tegas soal video viral yang memperlihatkan dirinya memarahi boatman asal Lombok Tengah di kawasan Pantai Ekas, Kecamatan Jerowaru.

Haerul menepis tudingan bahwa aksinya tersebut dilakukan untuk mencari sensasi dan sebagainya. Ia menegaskan, apa yang ia lakukan semata-mata untuk menjaga ketertiban pariwisata dan melindungi kepentingan ekonomi masyarakat lokal.

“Saya bukan YouTuber, saya tidak cari viral. Saya jaga kenyamanan wisatawan dan pelaku usaha di Lombok Timur,” tegasnya saat diwawancarai wartawan, Rabu (18/6).

Ia menjelaskan, tindakan itu merupakan respons atas keluhan para pengusaha pariwisata yang merasa dirugikan akibat keberadaan oknum dari luar wilayah yang membawa tamu surfing tanpa aturan yang jelas.

Menurut Bupati, keresahan itu ia dengar langsung saat rapat bersama para pelaku usaha di kawasan Ekas. Banyak dari mereka mengaku jumlah tamu yang menginap kian menurun akibat intimidasi yang terjadi di lapangan.

“Dulu tamu bisa menginap lima sampai enam hari, sekarang hanya satu atau dua malam, lalu pergi karena merasa tidak nyaman,” ungkapnya.

Haerul menyebut bahkan ada wisatawan yang sempat mengalami kekerasan fisik dari oknum yang bukan bagian dari usaha resmi di lokasi. Kondisi ini, menurutnya, bisa merusak citra pariwisata Lombok Timur secara keseluruhan.

“Ada yang dicekik, ini sudah masuk ranah hukum. Kalau ini dibiarkan, siapa yang mau datang?” tegasnya lagi.

Tak hanya soal kenyamanan, ia juga menyoroti dampak ekonomi dari situasi ini. Para investor disebut sudah banyak menanamkan modal besar di wilayah tersebut. Namun, tanpa pengelolaan yang tertib dan aman, semua itu terancam sia-sia.

Haerul mengingatkan, jika para tamu terus merasa tidak aman, mereka akan memilih daerah lain. Hal ini akan memukul langsung perekonomian lokal, termasuk pendapatan pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidup dari pariwisata.

“Kalau investor sudah rugi, bangkrut, habislah harapan kita. Ini bukan soal melarang orang, tapi soal keadilan dan keberlanjutan ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia mengimbau semua pelaku usaha pariwisata untuk menjaga wilayahnya masing-masing dan memberikan pelayanan terbaik kepada tamu. Pemerintah, katanya, akan terus hadir untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pariwisata berjalan seimbang.

“Kalau turis nyaman, mereka akan betah. Kalau betah, ekonomi masyarakat akan ikut tumbuh. Itu tujuan saya,” pungkasnya.

(Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU