Mataram, PorosLombok.com – Fenomena La Nina Lemah kini masih terjadi di wilayah Nino 3.4, dengan Indeks NINO 3.4 tercatat pada angka -0.68, menurut data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Sabtu (21/12).
Anomali Suhu Permukaan Laut (SST) Dasarian I Desember 2024 menunjukkan bahwa La Nina Lemah diperkirakan akan bertahan hingga periode Februari-Maret-April 2025.
La Nina adalah fenomena yang terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur lebih dingin dari rata-rata normal. Dampak dari fenomena ini, meski dalam fase lemah, tetap bisa mempengaruhi cuaca di Indonesia, terutama dengan potensi peningkatan curah hujan yang signifikan. Dalam fase La Nina Lemah ini, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi.
BMKG, bersama Pusat Iklim Dunia, memprediksi bahwa La Nina Lemah akan terus berlanjut hingga awal 2025. Hasil analisis dari berbagai model iklim global menunjukkan bahwa suhu permukaan laut di Nino 3.4 diprediksi tetap berada dalam kisaran yang menandakan fase La Nina Lemah. Walaupun tidak sekuat La Nina moderat atau kuat, fenomena ini tetap berpotensi meningkatkan intensitas hujan di beberapa wilayah.
Sejumlah daerah, seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi, diperkirakan akan mengalami curah hujan yang lebih tinggi. BMKG mengingatkan bahwa daerah-daerah rawan bencana seperti banjir dan longsor harus lebih waspada. Hujan lebat yang tiba-tiba bisa mengganggu aktivitas masyarakat dan transportasi, serta memicu bencana alam yang merugikan.
Peringatan dini terkait cuaca ekstrem sangat penting, terutama untuk wilayah yang sering terkena dampak La Nina. BMKG juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Koordinasi antara pemerintah daerah dan masyarakat harus lebih ditingkatkan untuk meminimalisir risiko yang dapat ditimbulkan oleh cuaca ekstrem.
Selain itu, meski La Nina Lemah diprediksi tidak akan menimbulkan dampak sebesar La Nina yang kuat, perubahan cuaca yang tidak terduga tetap bisa terjadi. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi cuaca terbaru dan mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan perubahan cuaca yang cepat.
Dengan prediksi La Nina Lemah yang diperkirakan akan berlanjut hingga 2025, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Kepada instansi terkait, terutama yang berhubungan dengan penanggulangan bencana, diharapkan untuk tetap sigap menghadapi potensi bencana yang bisa muncul akibat cuaca ekstrem.
(Arul/PorosLombok)














