(PorosLombok.com) – Lombok Timur memang hanya kebagian satu venue dan satu inorga di ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII NTB.
Tapi dari event lari trail yang digelar di Sembalun itu, promosi wisata daerah justru meluas ke seluruh Indonesia.
Staf Khusus Bupati Lombok Timur Bidang Pariwisata, Ahmad Roji, tak menampik hal itu. Ia menyebut, meskipun kegiatan yang digelar di Lotim tidak banyak, namun dampaknya terasa besar.
“Memang cuma satu inorga, yaitu lari trail. Tapi efeknya luar biasa. Sembalun jadi sorotan, peserta dari 21 provinsi datang. Mereka lihat langsung alam kita, potensi kita,” kata Ahmad Roji, saat ditemui di sela pelepasan peserta, Minggu (27/7).
Menurutnya, kehadiran 201 peserta dari berbagai daerah sudah cukup jadi ajang promosi wisata yang efektif. Mereka bukan hanya datang untuk berlari, tapi juga menikmati suasana dan keindahan alam Sembalun.
Tanpa harus pasang baliho atau iklan besar-besaran, nama Lombok Timur dan Sembalun ikut dibawa pulang oleh para peserta ke daerah asal mereka.
“Ini cara promosi paling alami. Mereka yang datang ke sini akan cerita ke orang lain. Itu lebih kuat dari iklan,” jelas Ahmad Roji.
Lebih dari itu, efek ekonomi juga terasa. Hotel dan penginapan penuh, warung ramai, warga lokal ikut merasakan dampaknya. Padahal, saat ini pendakian Rinjani masih ditutup sampai 10 Agustus.
“FORNAS ini jadi pengisi kekosongan. Rinjani memang tutup, tapi pariwisata tetap hidup. Ekonomi warga tetap jalan,” ujarnya.
Ahmad Roji juga memastikan, pemda memberi dukungan penuh terhadap pelaksanaan event ini. Semua unsur dilibatkan. Dari tenaga medis, Basarnas, sampai relawan lokal ikut kerja bakti menyukseskan kegiatan nasional itu.
Ia menambahkan, setelah FORNAS, beberapa event lain juga sudah masuk agenda 2025. Di antaranya Rinjani Color Run dan event marathon yang akan kembali mengangkat nama Lombok Timur.
Namun Ahmad Roji berharap ke depan penyelenggaraan event tidak hanya dipusatkan di Sembalun. Ia ingin agar wilayah selatan, seperti Ekas, juga mulai dilibatkan.
“Ekas juga luar biasa. Pemandangan lautnya keren, dan bisa jadi daya tarik sendiri. Jangan sampai potensi yang di selatan ini ketinggalan,” ujarnya.
Ahmad Roji menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung suksesnya event ini. Mulai dari pemerintah pusat, Pemprov NTB, Pemkab Lombok Timur, sampai masyarakat dan para relawan.
“Ini kerja bersama. Dan hasilnya kita semua bisa rasakan. Terima kasih untuk semua yang terlibat,” tutupnya.
(arul/PorosLombok)

















