PorosLombok.com — Isak tangis haru mewarnai perpisahan Tim Solidaritas Kemanusiaan KR-BNN NTB saat berpamitan dengan ribuan pengungsi bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Posko SMPN 1 Lamba Leda Utara, Desa Satar Padut, Manggarai Timur, Sabtu (29/8/2026).
“Kami pamit, bukan berarti kami pergi. Hati dan do’a kami tetap tinggal di Dampek ini,” ujar Koordinator Lapangan Tim Teknis KR-BNN NTB Chandra Aprinova.
Para relawan medis dan kemanusiaan dari Nusa Tenggara Barat tersebut resmi menyelesaikan masa tugas pelayanan kesehatan serta penyaluran logistik setelah hampir dua pekan mendampingi para korban di lokasi bencana.
“Seluruh personel telah bekerja ekstra siang dan malam demi memastikan keselamatan warga terdampak,” katanya.
Sebanyak 89 relawan kesehatan yang diterjunkan dalam dua gelombang berhasil memberikan layanan medis intensif bagi lebih dari 4.000 warga terdampak gempa di berbagai titik pengungsian.
“Tim gabungan ini diperkuat oleh 28 dokter, 32 perawat, serta puluhan tenaga pendukung medis profesional lainnya,” ungkapnya.
Kerja keras tim kesehatan meliputi penanganan darurat pasien patah tulang, perawatan penyakit warga pengungsian, hingga tindakan krusial merujuk seorang ibu hamil ke RSUD Ruteng untuk operasi caesar.
“Pelayanan medis kami pastikan menjangkau hingga ke pelosok posko pengungsian mandiri,” jelasnya.
Selain posko kesehatan, tim gabungan juga mengoperasikan dapur umum skala besar di halaman SMPN 1 Lamba Leda Utara yang memproduksi sekitar 3.000 porsi makanan siap santap setiap hari.
“Kebutuhan konsumsi harian warga di posko utama selalu terpenuhi tiga kali sehari,” terangnya.
Guna menjaga ketahanan pangan warga pasca kepulangan relawan, tim telah memfasilitasi pembentukan dan pendirian dapur umum mandiri yang dikelola penuh oleh masyarakat setempat pada tiga titik desa.
“Masyarakat kini sudah bisa memproduksi makanan secara mandiri di tiga kampung tersebut,” paparnya.
Perpindahan estafet kepemimpinan pelayanan kemanusiaan ini berjalan mulus berkat koordinasi erat antara tim teknis lapangan dengan sektor pelayanan medis darurat.
“NTB hadir di NTT karena kami pernah merasakan getirnya bencana gempa Lombok pada 2018 lalu,” kata Koordinator Tim Kesehatan KR-BNN NTB Lalu Madahan.
Kehadiran puluhan relawan atas instruksi langsung Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri sejak 16 Agustus lalu menjadi bukti nyata solidaritas kebangsaan lintas daerah.
“Semangat kekeluargaan ini yang menjadi dorongan utama para tenaga medis berjuang di lapangan,” ujarnya.
Meskipun armada dan personel medis mulai bertolak kembali ke Lombok, seluruh fasilitas dapur umum beserta jaringan distribusi logistik yang dibangun telah diserahterimakan penuh kepada kelompok warga setempat.
“Misi pelayanan fisik memang selesai, namun jalinan persaudaraan dan rasa empati antar warga akan terus terjaga,” pungkasnya.*

















