Musim Hujan NTB, Dishub Pastikan Penerangan Jalan Aman dan Terpantau

(PorosLombok.com) – Musim hujan mulai datang, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) langsung siaga. Bukan cuma soal genangan, tapi juga soal penerangan jalan yang sering jadi korban cuaca ekstrem.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub NTB, Chairy Chalidy Anto mengatakan, jalur bypass dari perbatasan Lombok Tengah–Lombok Barat hingga bundaran Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) jadi perhatian serius. Sebagian ruas di jalur itu masih minim lampu penerangan jalan umum (PJU).

“Jalur itu memang di bawah kewenangan Balai Transportasi Darat (BTD) Kementerian Perhubungan, tapi kami tetap ikut pantau dan koordinasi. Jangan sampai musim hujan malah bikin jalan tambah gelap,” ujar Chairy, Kamis (23/10/2025).

Ia menegaskan, penerangan jalan di musim hujan NTB sangat penting karena jarak pandang pengendara menurun dan risiko kecelakaan meningkat. Dishub NTB juga sudah menggandeng PLN untuk mengamankan jalur listrik yang rentan terganggu oleh pohon dan ranting.

“Kami sudah minta PLN memangkas pohon di sekitar jaringan kabel PJU. Kalau kena angin kencang, bisa bahaya. Kami nggak mau tunggu lampu padam baru bergerak,” tegasnya.

Chairy menjelaskan, untuk wilayah Kota Mataram, penerangan tenaga surya masih berfungsi normal. Meski begitu, pemantauan tetap dilakukan agar sistem tidak terganggu hujan deras atau angin kencang.

“Lampu tenaga surya sejauh ini aman. Tapi kami tetap cek berkala, karena musim hujan itu nggak bisa ditebak,” tambahnya.

Tak hanya soal penerangan, Dishub NTB juga mengingatkan warga tentang bahaya lain yang kerap muncul saat cuaca ekstrem. Mulai dari jalan licin, pohon tumbang, hingga potensi longsor di daerah perbukitan seperti Sembalun dan Lombok Utara.

“Kalau nggak ada keperluan penting, mending di rumah saja saat hujan lebat. Pengendara juga wajib periksa kendaraan sebelum jalan. Kadang rem aus lebih berbahaya dari hujan itu sendiri,” ucap Chairy.

Ia menegaskan, keselamatan di jalan bukan cuma urusan pemerintah. Masyarakat juga harus ikut menjaga diri dan patuh aturan lalu lintas, terutama di tengah cuaca yang tak menentu.

“Kalau lampu jalan nyala tapi pengendaranya ugal-ugalan, tetap saja bahaya. Jadi semua harus sadar. Musim hujan ini bukan waktunya nekat,” tutup Chairy.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU