Nasional, PorosLombok.com – Nilai tukar rupiah terus melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS). Saat ini, rupiah bertengger di kisaran Rp 16.200 per dolar AS.
Menanggapi kondisi ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah terus memantau pergerakan nilai tukar.
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024, nilai tukar rupiah dipatok di level Rp 15.000 per dolar AS. “Kita monitor, kan rupiah di APBN juga sudah ada angka, jadi kita monitor aja,” ujar Airlangga di kantornya, Jumat (20/12), seperti dilansir Detik.com.
Sementara untuk APBN 2025, nilai tukar rupiah diproyeksikan naik menjadi Rp 16.000 per dolar AS. Proyeksi ini sudah disepakati pemerintah bersama DPR RI. Airlangga mengatakan, fluktuasi nilai tukar adalah hal yang wajar, apalagi dolar AS sedang dalam tren menguat.
Di sisi lain, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memproyeksikan dolar AS akan terus menguat. Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani memperkirakan rupiah akan berada di rentang Rp 15.800 hingga Rp 16.350 pada 2025.
“Rupiah akan tetap tertekan di paruh pertama 2025, tapi diperkirakan menguat di paruh kedua setelah pasar bisa mengantisipasi kebijakan Presiden Trump,” jelas Shinta.
Pemerintah berjanji akan terus memantau situasi ini demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.**















