(Lombok Timur, PorosLombok.com) – Sembalun, salah satu destinasi wisata favorit di Lombok Timur, kini menghadapi masalah serius terkait sampah. Kondisi ini memicu pertanyaan mengenai efektivitas Program Zero Waste yang telah digalakkan di Nusa Tenggara Barat (NTB) selama lima tahun terakhir.
Yogi, perwakilan dari Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Timur, menyatakan bahwa program ini sebenarnya memiliki dampak positif.”Program Zero Waste cukup efektif dalam mengurangi sampah di tingkat desa,” ujarnya saat ditemui pada Senin (14/10)
Meski demikian, Yogi menekankan bahwa peran BPPD lebih fokus pada kampanye wisata ramah lingkungan daripada pengelolaan sampah secara langsung.”Kita hanya mengkampanyekan program ramah lingkungan. Setiap rumah harus sadar akan pentingnya menjaga kebersihan,” tambahnya.
Namun, Yogi mengakui bahwa implementasi program ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satunya adalah kurangnya investasi dan tindakan konkret dari para pemangku kebijakan.”Kebijakan harus cepat tanggap dan tidak hanya berupa retorika,” tegasnya.
Yogi juga menyoroti seringnya terjadi saling lempar tanggung jawab antara pengelola wisata dan pemerintah desa. Hal ini dinilai menghambat penanganan masalah sampah di wilayah tersebut.”Kita butuh koordinasi yang lebih baik antar pemangku kepentingan,” katanya.
Masalah sampah di Sembalun tidak hanya berasal dari para pengunjung. Sampah dari agen perjalanan dan logistik wisata juga berkontribusi besar.”Ini menjadi pertanyaan, ke mana perginya dana untuk pengelolaan sampah ini?” ungkap Yogi.
Krisis ini menuntut perbaikan dalam manajemen sampah yang lebih terstruktur dan efektif. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan Sembalun bisa tetap menjadi destinasi wisata yang bersih dan menarik bagi wisatawan.
Yogi berharap, program Zero Waste bisa terus berlanjut dan diperbaiki oleh pemimpin masa depan.”Program ini bagus dan perlu diteruskan dengan dukungan yang lebih kuat,” ujar Yogi.
Sembalun, dengan potensi alamnya yang luar biasa, seharusnya menjadi contoh sukses dari program pengelolaan sampah yang baik. Namun, tanpa dukungan dan tindakan nyata, visi tersebut sulit terwujud.
Dengan adanya perhatian lebih dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, krisis sampah di Sembalun diharapkan bisa segera teratasi, menjadikan kawasan ini tetap menjadi daya tarik wisata yang membanggakan.
(Arul/PorosLombok)

















