Pantai Kahona Bersiap Mendunia, Investor Asing Mulai ‘Kepincut’ Surga Baru Lotim

(PorosLombok.com) – Terobosan pariwisata di wilayah selatan kian nyata setelah destinasi Pantai Kahona, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, masuk dalam radar pengembangan pemodal internasional.

Kawasan yang bertetangga dengan Pantai Pink ini menawarkan eksotisme perbukitan hijau serta perairan teluk yang tenang, menjadikannya primadona baru bagi industri pelesiran global.

​”Suasananya sangat indah menyerupai taman alam yang asri, sehingga lokasi ini sangat direkomendasikan untuk destinasi liburan keluarga pada akhir pekan,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H.M. Juaini Taofik, melalui unggahan digitalnya, baru-baru ini.

​Aksesibilitas menuju surga tersembunyi tersebut telah mengalami transformasi signifikan berkat rampungnya pengaspalan jalan dari Dusun Menyorot yang memangkas durasi perjalanan secara drastis.

Wisatawan kini hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 15 menit menggunakan kendaraan darat untuk mencapai bibir pantai tanpa harus terkendala jalur rusak seperti masa lalu.

​”Alhamdulillah infrastruktur hotmix sudah tersedia, cukup belok kiri dari Desa Sekaroh dan pengunjung bisa langsung menjangkau titik lokasi dengan nyaman,” imbuhnya.

​Geliat infrastruktur ini rupanya memicu ketertarikan serius dari sejumlah investor mancanegara yang berencana membangun fasilitas penunjang wisata eksklusif di area tersebut.

Staf Khusus Bupati Lotim Bidang Pariwisata, Ahmad Roji, membenarkan adanya komunikasi intensif dengan pihak ketiga yang ingin menggarap potensi ekonomi di lingkaran emas pariwisata selatan.

​”Kami menerima informasi valid mengenai hasrat besar investor untuk menata kawasan ini, mengingat posisinya sangat strategis di pusat aktivitas bahari,” jelas Ahmad Roji saad dihubungi PorosLombok, Minggu (18/01/20256).

​Keunggulan Pantai Kahona terletak pada ekosistemnya yang terintegrasi dengan spot snorkeling Gili Petelu, budidaya mutiara, hingga akses cepat menuju pemukiman unik di Pulau Maringkik.

Keanekaragaman aktivitas inilah yang diprediksi mampu meningkatkan durasi tinggal (length of stay) pelancong mancanegara, sehingga berdampak langsung pada perputaran rupiah di tingkat lokal.

​”Aktivitas di sana sangat beragam, mulai dari menikmati pasir pink hingga melihat keseharian penduduk di pulau terpadat dunia, semuanya tersedia dalam satu area,” tuturnya.

​Meski menyambut baik minat pemodal, otoritas daerah memberikan peringatan keras agar para pemilik konsesi lahan tidak membiarkan aset mereka terbengkalai tanpa progres pembangunan yang jelas.

Ahmad Roji menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi praktik spekulasi tanah yang hanya menghambat laju pertumbuhan ekonomi daerah serta menutup akses produktif bagi masyarakat sekitar.

​”Jangan ada tanah nganggur berpuluh tahun; kami siap memfasilitasi percepatan izin asalkan investasi tersebut benar-benar serius diwujudkan dalam waktu dekat,” pungkasnya

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU