close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

24.6 C
Jakarta
Kamis, Januari 22, 2026

Pemda Lombok Timur Lanjutkan Program Kawasan Ekas Jadi Pusat Minapolitan 2026

(PorosLombok.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memastikan rencana strategis pengembangan wilayah tetap berlanjut pada 2026 mendatang.

Kawasan Ekas di wilayah Jerowaru masih menjadi fokus utama untuk dikembangkan sebagai pusat ekonomi melalui program Minapolitan.

​Kepala Bappeda Lombok Timur, H. Zaidar Rohman, menegaskan bahwa pengembangan kawasan ini sebagai pusat lobster dan rumput laut bukanlah hal baru. Agenda tersebut merupakan kelanjutan dari visi besar daerah dalam mewujudkan Lombok Timur SMART.

​”Pak Bupati ingin pengembangan wilayah Minapolitan di Jerowaru, khususnya Ekas, tetap jadi pusatnya rumput laut dan lobster,” ujar Zaidar, Minggu (11/1/2026).

​Zaidar menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan yang sedang berjalan saat ini tetap menjadi pendukung utama ekosistem ekonomi tersebut. Proyek ini sejak awal ditargetkan mampu menciptakan dampak ekonomi (multiplier effect) secara luas.

​Akses jalan yang mantap diharapkan terus memudahkan petani dalam mengangkut hasil panen serta meningkatkan daya tarik wisata. Dampaknya, ekonomi warga di wilayah selatan diprediksi akan terus terkerek naik secara otomatis.

​”Targetnya, jalan tersebut bisa memberikan dampak luar biasa bagi dompet masyarakat,” tutur Zaidar menjelaskan alasan di balik keberlanjutan proyek infrastruktur tersebut.

​Meski fokus pada penguatan ekonomi melalui program Minapolitan, Zaidar memastikan program kemanusiaan tetap menjadi prioritas tahunan. Bappeda Lotim tetap tancap gas mengawal berbagai isu penting yang menjadi titipan pemerintah pusat.

​Beberapa agenda rutin tersebut meliputi upaya menjaga ketahanan pangan agar stabilitas harga di pasar tetap terjaga. Selain itu, pemerintah daerah terus memperkuat peran Koperasi Merah Putih di tingkat masyarakat.

​”Bappeda juga tetap fokus pada upaya menekan angka stunting secara konsisten dan berkelanjutan,” tegas Zaidar.

​Terkait pelaksanaan teknis, Zaidar memberikan catatan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak bekerja sendiri-sendiri. Ia meminta sinergi antar-dinas semakin diperkuat guna mencapai target pembangunan.

​Saat ini, Bappeda sedang mengintensifkan pengumpulan data dari tiap dinas untuk mengevaluasi efektivitas program. Zaidar mengingatkan bahwa keberhasilan visi daerah sangat bergantung pada kolaborasi nyata di lapangan.

​”Kita nggak bisa kerja sendiri, semua harus kolaborasi lintas sektor biar visi Lombok Timur SMART ini beneran terwujud,” pungkasnya.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

IKLAN
TERPOPULER