Lombok Timur, PorosLombok.com – Pemerintah Desa Kilang, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur, secara resmi menutup aktivitas mendulang emas di aliran sungai desa tersebut.
Penutupan ini dilakukan setelah maraknya kegiatan pendulangan yang berlangsung selama sebulan terakhir, melibatkan warga setempat maupun pendatang dari desa-desa tetangga.
“Keputusan ini diambil demi melindungi lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam. Kami memutuskan untuk menutup sementara lokasi pendulangan emas,” ujar Kepala Desa Kilang, Rusdini Hariamin, Selasa (26/11).
Penutupan lokasi pendulangan emas dimulai pada 25 November 2024 pukul 20.00 WITA. Saat ini, Pihak desa turun mengawasi dan memastikan tidak ada lagi aktivitas mendulang di area tersebut, guna mencegah kerusakan alam lebih lanjut.
Rusdini menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mencegah dampak negatif yang lebih besar terhadap lingkungan. Meski menyadari antusiasme warga yang tinggi terkait penemuan emas.
Ia menegaskan bahwa tanpa pengawasan yang tepat, aktivitas mendulang dapat menimbulkan kerusakan yang merugikan dalam jangka panjang.
“Keputusan ini kami ambil untuk melindungi lingkungan dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Kami tidak ingin dampak negatifnya lebih besar daripada manfaatnya,” ungkapnya.
Fenomena ini berawal dari mimpi seorang warga luar desa yang mendapatkan petunjuk mengenai keberadaan emas di aliran sungai Kilang. Informasi ini cepat menyebar, menarik perhatian banyak orang untuk datang dan mencari peruntungan.
Warga pun mulai berbondong-bondong mendulang emas menggunakan alat tradisional, dengan harapan menemukan serpihan emas yang diduga berasal dari barang peninggalan sejarah. Aktivitas mendulang ini berlangsung siang dan malam tanpa henti, menjadikan kawasan sungai sangat ramai.
Meskipun memberikan peluang ekonomi baru bagi warga, aktivitas ini juga menimbulkan keresahan karena dampaknya terhadap lingkungan yang semakin jelas. Pemerintah desa berharap dengan penutupan ini, kerusakan alam dapat dicegah dan keberlanjutan sumber daya alam di desa Kilang tetap terjaga.
(Arul/PorosLombok)














