Perawat, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang Nyaris Terlupakan

Hanya masalahnya, bagi Suadi, perawat seringkali terlupakan, terutama yang terkait dengan statusnya sendiri. Padahal, menurut Suadi, status bagi seorang perawat, sangat berkaitan juga dengan upah bulanan yang mereka terima.

“Konsen bekerja tanpa pamrih, itulah seorang perawat, hanya terkadang terlupakan,” katanya.

Dia menambahkan, dari sisi legalitas keberadaan perawat, memang memiliki induk organisasi resmi, yakni PPNI

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ini, kata Suadi, harus memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

“Itu terutama bagi status seorang perawat, karena perawat juga manusia, bukan robot,” katanya.

Suadi berharap, dari hasil pilihan para perawat yang nantinya akan berlangsung pada Juni 2022 mendatang, harus memilih pemimpin yang terbaik dari yang terbaik.

“Ada banyak calon pemimpin, tetapi hanya beberapa saja yang memiliki kapabilitas dan kepekaan sosial yang tinggi sama dengan para perawat,” katanya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU