Lombok Timur, PorosLombok.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus berupaya mempercepat pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Bupati H. Haerul Warisin bersama Staf Khusus Bidang Investasi dan Hubungan Internasional, Ustad Zamroni, dan Kadis.Perkim terbang ke Jakarta, Rabu (28/5), untuk menemui pejabat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
“Kami datang dengan membawa data lengkap dan sudah diverifikasi. Ini menjadi dasar kuat agar proyek bisa segera dijalankan dengan target 26 ribu unit,” ujar Zamroni kepada PorosLombok.com, Kamis (29/5).
Ketiganya membawa peta lokasi dan informasi terperinci mengenai lahan-lahan yang siap dibangun, termasuk di kawasan pesisir yang selama ini menjadi wilayah rawan hunian tidak layak.
“Kami tidak ingin program ini jalan di tempat. Data yang kuat memudahkan pusat untuk ambil keputusan cepat,” sambungnya.
Langkah cepat itu mendapat sambutan hangat dari pemerintah pusat. Wakil Menteri Perumahan, Fahri Hamzah, menyatakan Lombok Timur siap dijadikan daerah percontohan nasional dalam program rumah rakyat.
“Wamen menyebut Lotim sudah sangat siap, tinggal eksekusi teknis di lapangan,” ungkap Zamroni.
Skema kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah juga telah disusun. Pemerintah pusat akan menyiapkan unit rumah, sementara Pemkab Lotim bertugas menyediakan lahan dan merampungkan Detail Engineering Design (DED).
“DED sedang kami kebut. Ini pekerjaan teknis yang harus selesai sebelum tahun ini berakhir,” katanya.
Proyek ini ditargetkan bisa mulai dibangun pada akhir 2025. Namun jika ada hambatan teknis, pelaksanaan bisa digeser ke awal 2026 tanpa mengurangi kualitas.
“Yang penting tepat sasaran dan tidak mangkrak. Ini program jangka panjang untuk rakyat,” ujar Zamroni.
Ia juga memastikan akan terus mengawal proyek ini secara langsung, mengingat posisinya sebagai Staf Khusus yang juga menangani investasi.
“Ini bukan sekadar proyek, ini amanah untuk mewujudkan hak dasar masyarakat,” tegasnya.
Zamroni menambahkan, program rumah rakyat ini sejalan dengan visi besar Pemkab Lotim untuk membangun daerah yang SMART: Sejahtera, Maju, Aman, Religius, dan Transparan.
“Kalau rumah warga baik, kehidupan sosial ikut membaik. Ini efek domino yang kami kejar,” tutupnya.
Program ini menjadi harapan baru bagi warga Lombok Timur yang selama ini tinggal di rumah tidak layak. Kehadiran hunian yang nyaman diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup, dari sisi kesehatan, keamanan, hingga martabat sosial.
(arul/PorosLombok)















