POROSLOMBOK .COM | LOTIM –
Pemerintah Kabupaten Lotim gelar apel Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2022, yang bertempat di halaman kantor Bupati Lombok Timur berkolaborasi dengan Badan Pariwisata Daerah (BPPD) Jumat (13/05)
Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Wakapolres Lombok Timur, Dandim 1615 Lombok Timur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Yang diikuti perwakilan sekolah dari 21 Kecamatan tingkat SD dan SMP.
Apel hardiknas ini dirangkai dengan pentas seni tari yang Koreografinya dikonsep oleh BPPD Lotim. Tema yang di tampilkan dalam koreografi ini menonjolkan nilai tradisi budaya Sasak dengan pesan keragaman sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Kabupaten Lotim Muhammad Nursandi mengatakan, pentas seni ini juga sebagai edukasi kepada para siswa, agar seni tidak hanya teori saja, akan tetapi bentuk dan makna dari seni itu sendiri.
“Makanya kita kolaborasikan Gendang Beleq dengan tarian sasak yang bertemakan Profil Pancasila”ucapnya
Moment Hardiknas, sambung pria yang akrab dipanggil Amaq Rinjani ini, merupakan sebuah moment yang bagus untuk mengedukasi para siswa, agar mereka lebih mengenal adat tradisi budaya sasak, tentunya dengan tetap mengedepankan nilai-nilai luhur Pancasila, yakni perbedaan namun tetap dalam satu tujuan.
“Yang memainkan tarian ini para siswa/siswi SD dan SMP, untuk tarinya diisi oleh siswi perempuan dan untuk gendang beleqnya diisi oleh siswa laki-laki,” terangnya
Nursandi menjelaskan dengan adanya pagelaran pentas seni ini, tentu merupakan suatu yang sangat luar biasa, sebagai cara Pemda Lotim memberikan apresiasi dan ekspresi kepada para siswa SD maupun SMP yang ada di Kabupaten Lombok Timur.
“Tentu hal ini akan menjadi kebanggaan pada anak-anak kita yang masih duduk di bangku sekolah, karena bisa pentas dan disaksikan oleh para pejabat Daerah,” ujarnya

Nursandi berharap kedepannya event-event nasional ataupun hari besar menjadi bagian event kepariwisataan, sehingga dalam setiap perayaannya Daerah bisa memunculkan seni dan tradisi yang ada di masing-masing wilayah di Indonesia.
“Jangan hanya upacara Bendera saja,yang menjadi tradisinya, tentu kita sangat berharap jika seni dan tradisi budaya ini juga dimunculkan dalam moment-moment seperti ini,” pungkasnya
(Arul/ PorosLombok)


















