Proyek Lotim Mirip Skema PayLater, Bangun Dulu Bayar Belakangan

Lombok Timur, PorosLombok.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tengah menggagas skema pembangunan yang mirip konsep PayLater. Intinya: proyek jalan terus, bayarnya belakangan!

Lewat pola multi years sharing, Pemkab Lotim menyiapkan anggaran hingga Rp250 miliar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik lainnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lotim, H. Hasni, menjelaskan bahwa dengan skema ini, proyek bisa langsung dikerjakan oleh pihak ketiga. Pembayarannya? Dicicil selama beberapa tahun, tanpa harus mengajukan pinjaman ke bank.

“Misalnya kita bangun jalan satu tahun, pembayarannya bisa lima tahun. Jadi Pemda tidak utang ke bank, tapi langsung ke rekanan dan dibayar bertahap,” kata Hasni kepada wartawan, Selasa (3/6).

Menurutnya, pola ini cukup menguntungkan. Masyarakat bisa cepat menikmati hasil pembangunan, sementara keuangan daerah tetap terkendali.

Meski begitu, Hasni menekankan bahwa skema ini masih sebatas wacana dan akan dibahas lebih lanjut bersama DPRD Lombok Timur.

“Ini memang kebijakan Pak Bupati. Kita support, tapi tetap harus dibahas di tingkat legislatif,” ujarnya.

Hasni menegaskan, pola ini bukan utang seperti pinjaman bank karena tidak dikenai bunga. Harga proyek juga tetap mengacu pada standar saat ini.

“Siapa pihak ketiga yang berani dengan pola ini, ya dia yang dapat proyek. Bisa jadi mereka sudah punya material dan alat berat sendiri, jadi tidak terbebani biaya awal,” jelasnya.

Dari sisi fiskal, kata Hasni, skema ini tidak akan terlalu membebani APBD. Bahkan ia membuka peluang adanya pola baru yang datang dari pusat, misalnya hibah dengan sistem upline.

“Dikerjakan dulu, dibayar belakangan. Seperti yang pernah terjadi pada proyek PDAM, dan bisa saja nanti ada lagi skema seperti itu dari pemerintah pusat,” paparnya.

Hasni menyebut, percepatan pembangunan lewat skema ini juga sejalan dengan agenda strategis pemerintah pusat yang kini tengah fokus menggenjot ketahanan pangan nasional.

“Penduduk Lotim mayoritas bergerak di sektor pertanian. Jadi pembangunan infrastruktur seperti jalan produksi dan irigasi memang sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan,” pungkasnya.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU