(PorosLombok.com) – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PD Agro Selaparang dibawah jajaran direksi yang baru tanpa kenal lelah terus berupaya melakukan pembenahan, baik secara sistem maupun manajemen.
Menurut Direktur Operasional (Dirop) PD Agro Selaparang Sapardi, SH pada triwulan ketiga atau memasuki semester kedua, upaya yang dilakukan sudah mulai membuahkan hasil, meski dengan modal seadanya.
“Alhamdulillah kita sudah ada hasil, meski belum mendapatkan suntikan permodalan dari Pemda,” kata Sapardi, Senin (8/9).
Ia menjelaskan, kondisi perusahaan ketika pergantian pimpinan sedang dalam kondisi tidak sehat. Dengan meningkatkan produksi, memperluas pemasaran, serta dengan mengefisiensikan semua lini membuat kondisi perusahaan mulai membaik.
“Sehingga Alhamdulillah di semester tiga ini kita sudah surplus, meskipun sedikit,” ungkapnya.
Jika dengan menjalankan usaha yang sudah ada dan dengan modal seadanya saja bisa untung, maka dia optimis mampu mendapatkan keuntungan yang lebih besar jika nantinya sudah melakukan pengembangan usaha, tentu dengan dibarengi penambahan modal.
Dikatakannya, PD Agro Selaparang dibawah komando Dirut Sabar, S. Pd siap menjalankan arahan dan tantangan dari Bupati agar BUMD Agro Selaparang bisa memperoleh profit sehingga bisa memberikan kontribusi Deviden bagi Daerah. Karenanya, pihaknya sudah menyiapkan beberapa program yang diyakini mampu mendongkrak pendapatan perusahaan.
Beberapa unit usaha yang sudah direncanakan diantaranya adalah menjadi distributor tunggal air minum Asel yang diproduksi oleh Selaparang Energy, dan membuka usaha jual beli komoditas pertanian dan perkebunan, salah satunya adalah komoditas jagung.
“Dengan usaha jagung, disamping untuk memenuhi kebutuhan para peternak di Lombok Timur, kita juga bisa mengirim (menjual-red) ke pabrik di Jawa,” katanya.
Kedepan, PD Agro Selaparang masih membuka peluang untuk mengembangkan unit usaha baru mengingat banyaknya potensi yang ada di daerah ini. Sejalan dengan bertambahnya usaha yang dijalankan, tentu berdampak terhadap penambahan lapangan kerja.
Dengan demikian, maka apa yang menjadi hajatan Bupati dan Wakil Bupati untuk membuka lapangan pekerjaan bisa ditunaikan. Untuk merealisasikan semua itu, pihaknya mengharapkan dukungan dari Pemda, berupa suntikan dana.
“Insyaallah jika sudah ada suntikan dari Pemda, keuntungan kita akan semakin besar. Karna prinsipnya usaha itu harus untung, buat apa kita berusaha kalo tidak ada untung, dan semuanya sudah kami analisa,” pungkasnya dengan nada optimis.
(Anas/PorosLombok)














