(PorosLombok.com) – Dinas PUPR NTB memastikan enam paket proyek infrastruktur mulai jalan hingga jembatan siap jalan tahun 2025. Seluruhnya sudah teken kontrak, kecuali Bypass Port to Port yang masih tunggu finalisasi studi kelayakan dan amdal.
“Kontrak sudah aman, tinggal bypass yang masih proses tender. FS selesai, sementara amdal masih jalan,” kata Kepala Dinas PUPR NTB Sadimin, Kamis (25/9).
Pekerjaan terbesar ada di ruas Simpang Tano–Simpang Seteluk sepanjang 3,8 km dengan nilai Rp31,7 miliar. Jalan Tanjung Geres–Pohgading–Pringgabaya juga dilebarkan jadi 6 meter sepanjang total 15 km, digarap PT Fimakencana Kerthasari dengan kontrak Rp26,9 miliar.
“Untuk ruas utama seperti Tanjung Geres–Pringgabaya, kami targetkan selesai tepat waktu. Kontraktor dan konsultan sudah siap di lapangan,” ujar Sadimin.
Selain itu, titik longsor di Lenangguar–Lunyuk akan ditangani dengan anggaran Rp19 miliar oleh PT Amar Jaya Pratama Group. Ada juga pemeliharaan jalan tersebar di Lombok senilai Rp3,5 miliar oleh CV Dewi Wangi.
“Pemeliharaan sifatnya rutin agar kondisi jalan tetap terjaga. Pengerjaan maksimal 3,5 bulan,” jelasnya.
Tak hanya jalan, jembatan juga diperbarui. Jembatan Doro Oo di Bima diganti senilai Rp6,1 miliar oleh PT Amanat Semesta, sedangkan Jembatan Selong Belanak di Desa Mekar Sari dikerjakan PT Doro Belo Angkasa dengan biaya Rp3,6 miliar.
“Semua proyek dikawal ketat. Harapan kami, hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tutup Sadimin.
(arul/PorosLombok)















