Relawan GASS IQBAL Lombok Timur Menyudahi Perjalanan Mereka

Lombok Timur, PorosLombok.com – Pada Kamis, 17 Oktober 2024, Tim Relawan Garda Akselerasi Sasambo (GASS) IQBAL di Lombok Timur mengumumkan pembubaran mereka secara resmi. Pengumuman ini menandai akhir perjalanan tim relawan yang telah berdedikasi untuk mendukung pasangan calon Iqbal-Dinda dalam kontestasi Pilkada NTB.

Keputusan ini diambil setelah tim relawan merasa bahwa peran mereka tidak lagi diperlukan oleh pasangan calon. Koordinator relawan, Alfian, menyampaikan,

“Sejak awal, kami berkomitmen untuk mengisi pos-pos pemenangan dan menggalang dukungan di kalangan pemuda Lombok Timur. Namun, kini kami merasa peran kami sudah tidak relevan.” ungkapnya Jumat (18/10).

Sejak deklarasi pembentukannya di Lembah Datu, Lombok Tengah, tim relawan merasa kurang mendapatkan arahan yang jelas terkait tugas dan tanggung jawab mereka dalam kampanye.

“Kami merasa belum pernah mendapat kejelasan mengenai peran kami dalam mendukung paslon Iqbal-Dinda,” tambahnya.

Sayangnya, aspirasi para relawan di Lombok Timur tampak terabaikan. Bahkan dalam kunjungan LMI ke Lombok Timur, relawan GASS IQBAL tidak dilibatkan.

“Kami merasa kurang diperhatikan dalam setiap agenda, terutama dalam usaha mendekatkan paslon dengan generasi muda,” ungkap Alfian.

Kekecewaan semakin mendalam ketika tidak ada respons dari pasangan calon dalam 40 hari terakhir, khususnya mengenai pelibatan relawan.

“Kami belum pernah didatangi atau diajak berdiskusi, sehingga muncul kesan bahwa paslon ini cukup eksklusif,” keluhnya.

Akhirnya, keputusan untuk membubarkan diri diambil sebagai langkah preventif. Dengan harapan agar identitas dan struktur organisasi tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Keputusan ini tidak diambil dengan sembarangan. Alfian menegaskan bahwa ini adalah langkah terbaik untuk menjaga integritas dan menghindari potensi penyalahgunaan.

Tim relawan berharap keputusan ini dapat menjadi pengingat bagi pasangan calon dan tim sukses mereka untuk lebih peka terhadap aspirasi serta kontribusi relawan.

“Kami berharap, di masa mendatang, komunikasi antara paslon dan relawan dapat ditingkatkan, sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman yang merugikan,” tutup Alfian.

(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU