Lebih lanjut ia menyampaikan, sate bantingan sebelum di siram dengan tiga macam bumbu istimewa, diantaranya bumbu merah, kecap, dan kacang, sate bantingan juga terlebih dahulu di bakar dengan bumbu rahasia yang di turunkan oleh keluarganya secara turun temurun.
Biarpun rahasia, Nur Hasanah tak pelit untuk berbagi bahan dasar yang ia gunakan untuk sate bantingan ini
“Bahan dasarnya sendiri untuk bumbu lumurnya itu cabe besar, cabe kecil, bawang putih, ketumbar, gula, dan ajinomoto, semua di blender setelahnya ya tinggal oles pada sate yang telah di siapkan, kemudian di bakar,” jelasnya
Lebih lanjut Nur Hasanah untuk bumbu siramnya pun cukup sederhana, cukup kecap, bawang merah, dan cabe. Ia mengaku dalam bulan Ramadhan kali ini, maksimal omset yang ia dapatkan dari berjualan sate dan berbagai menu berbuka lainnya maksimalnya bisa sampai Rp 1 juta, sedang rendahnya sekitar Rp 600 rb saja.
Adapun bahan yang dihabiskan perharinya itu daging sapi 2 kilo, daging ayam 1 kilo, usus 3 kilo.
“Untuk daging sapi hanya 1 kilo, selebihnya ada daging ayam 2 kilo, dan usus yang paling banyak 3 kilo, karna daging sapinya sedikit, kalau mau kebagian harus datang lebih awal, karna memang yang di buru kebanyakan daging sapinya,” terangnya
Varian harganya pun untuk berbagai jenis sama yaitu 7 tusuk di bandrol Rp 10 ribu.

















